kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.843   41,00   0,24%
  • IDX 8.265   -25,61   -0,31%
  • KOMPAS100 1.168   -3,76   -0,32%
  • LQ45 839   -2,54   -0,30%
  • ISSI 296   -0,31   -0,10%
  • IDX30 436   -0,20   -0,04%
  • IDXHIDIV20 521   0,94   0,18%
  • IDX80 131   -0,34   -0,26%
  • IDXV30 143   0,44   0,31%
  • IDXQ30 141   0,17   0,12%

Pemerintah Berencana Dongkrak Pendapatan Masyarakat via Proyek Infrastruktur


Senin, 08 Desember 2008 / 17:52 WIB
Pemerintah Berencana Dongkrak Pendapatan Masyarakat via Proyek Infrastruktur


Reporter: Hans Henricus B | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Efek domino krisis finansial di Amerika Serikat (AS) mulai merambah ke kawasan regional. Tak terkecuali Indonesia. Negeri Paman Sam itu memangkas impor yang justru berujung pada mendeknya produksi dan pendapatan sektor riil berorientasi ekspor. Alhasil, kondisi itu turut memicu melorotnya penghasilan masyarakat.

Untuk mendongkrak pendapatan masyarakat, pemerintah pun mulai putar otak. Salah satunya lewat penggalakan proyek-proyek infrastruktur pemerintah. "Pendapatan masyarakat ditingkatkan dengan cara meng-create proyek-proyek baru," ujar Wakil Presiden Jusuf Kalla, akhir pekan lalu (Jumat, 5/12).

Rencananya, pemerintah akan menggaet para pengusaha dalam mengembangkan proyek infrastruktur. Dengan melibatkan pengusaha, otomatis kegiatan ekonomi kembali berjalan dan pendapata masyarakat kembali normal.

Menurut catatan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Pemerintah akan menawarkan sekitar 100 proyek infrastruktur yang akan dibangun pada periode 2009-2011 kepada pihak swasta.

Pembangunan proyek itu menggunakan skema kerja sama pemerintah-swasta (public private partnership/PPP). Total kebutuhan dana untuk keseluruhan proyek selama tiga tahun ini diperkirakan Rp 320,08 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×