kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.938   26,00   0,15%
  • IDX 6.061   -10,61   -0,17%
  • KOMPAS100 782   -2,68   -0,34%
  • LQ45 599   -2,04   -0,34%
  • ISSI 211   -0,17   -0,08%
  • IDX30 332   -1,22   -0,37%
  • IDXHIDIV20 423   -1,47   -0,35%
  • IDX80 89   -0,28   -0,31%
  • IDXV30 115   -0,10   -0,09%
  • IDXQ30 109   -0,07   -0,07%

Pemerintah akan tarik utang luar negeri Rp 40 T


Rabu, 04 Maret 2015 / 11:03 WIB
ILUSTRASI. Cara sembunyikan deskripsi di Reel Instagram.


Reporter: Agus Triyono | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Pemerintah berencana menghimpun pinjaman luar negeri sebesar Rp 40 triliun dari sejumlah lembaga donor dunia pada tahun 2015 ini. Adrinof Chaniago, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas mengatakan bahwa rencananya, pinjaman tersebut akan digunakan untuk membiayai beberapa program.

Salah satunya, untuk pembangunan infrastruktur di bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat serta perhubungan. Selain itu, pinjaman yang dihimpun rencananya juga akan digunakan untuk membiayai pembangunan proyek Tol Laut.

"Sekitar separoh akan dimanfaatkan untuk itu," kata Adrinof di Kantor Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Bappenas Rabu (4/3).

Selain untuk membiayai program pembangunan infrastruktur, pinjaman tersebut juga akan dimanfaatkan untuk membiayai sejumlah program pembangunan sosial, pendidikan dan kesehatan. Adrinof mengatakan, pemerintah saat ini lebih memilih pinjaman luar negeri karena mempertimbangkan beberapa aspek.

Pertama, resiko dan bunga yang lebih murah. Kedua, jangka waktu pengembalian yang lebih panjang. "Risiko ini beda kalau kita himpun utang dari swasta yang makin besar dihimpun makin besar pula risikonya," kata Adrinof.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×