kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Pemerintah akan kendalikan konsumsi BBM subsidi dengan teknologi


Kamis, 15 September 2011 / 12:14 WIB
Melihat cara berpikir orang terkaya dunia Jeff Bezos dalam meraih kesuksesan.


Reporter: Herlina KD | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pemerintah mengakui pengawasan dan pengendalian bahan bakar minyak (BBM) subsidi belum ampuh. Buktinya, per 31 Agutus lalu, konsumsi BBM subsidi sudah melebihi kuota yang ditetapkan yakni sebesar 27 juta kiloliter.

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menuding, penyebab kenaikan konsumsi BBM subsidi ini akibat mudik Lebaran 2011. Nah, untuk empat bulan mendatang, Hatta berjanji mengoptimalkan pengendalian BBBM subsidi. "Ada kebijakan nantinya pengawasan yang baik itu melalui teknologi," kata Hatta, Kamis (15/9).

Sayangnya, Hatta masih enggan membeberkan kebijakan pengendalian BBM dengan menggunakan teknologi ini. Ia hanya bilang penerapan pengendalian kuota BBM dengan menggunakan teknologi harus dimulai tahun ini. "Uji coba sudah berjalan dan cukup bagus. Pemerintah daerah harus dilibatkan," ungkapnya.

Hatta berharap, penggunaan teknologi ini juga bisa diterapkan untuk pengawasan dan pengendalian konsumsi tahun depan. Dia mengatakan, sistem pengendalian tertutup harus dilakukan. Asal tahu saja, pada 2012 mendatang, pemerintah mematok kuota BBM subsidi sebesar 40 juta kiloliter.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×