kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Pemerintah abaikan kemarahan Australia


Rabu, 29 April 2015 / 14:14 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah wisatawan berkunjung di Obyek Wisata Lawang Sewu, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (9/3). Cagar budaya yang didirikan pada 1904 tersebut saat ini dikelola PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan menjadi salah satu destinasi wisata sejarah perkeretaapian favorit di Semarang. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/pd/17.


Reporter: Agus Triyono | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Pemerintah menilai, sikap Australia menarik duta besarnya dari Indonesia, merupakan hal yang wajar. Australia mengambil langkah ini terkait sikap Indonesia tetap mengeksekusi mati dua terpidana narkoba berwarga negara Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

Rencana penarikan duta besar itu dianggap lalu oleh pemerintah. "Kita juga sering begitu sama Australia, biasa saja itu," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta Rabu (29/4).

JK yakin, aksi protes yang dilakukan oleh Australia tersebut tidak akan lama. Keyakinan ini didasarkannya pada potensi kerugian yang akan dialami oleh Australia.

"Mereka yang rugi, apalagi kalau sampai berimbas kepada hubungan dagang. Sebab, kita banyak impor dari mereka," katanya.

Pemerintah Austalia melalui pernyataan yang langsung dikeluarkan oleh Perdana Menteri Tony Abbott menyatakan akan menarik duta besar mereka dari Indonesia. Rencana ini dilakukan sebagai bentuk aksi protes terhadap eksekusi mati yang dilakukan terhadap dua gembong narkoba asal Australia Andrew Chan dan Myuran Sukumaran oleh pemerintah Indonesia Rabu (29/4).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×