Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tingginya angka pengangguran dan minimnya partisipasi perempuan muda dalam dunia kerja masih menjadi tantangan di sejumlah daerah, termasuk Banten.
Peningkatan keterampilan dan kesiapan kerja menjadi salah satu upaya agar perempuan muda memiliki daya saing lebih baik sekaligus peluang memperoleh pekerjaan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2025, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Banten mencapai 6,69%. Tertinggi keempat di Indonesia. Persentase pengangguran perempuan sebesar 7,12% Lebih tinggi dibandingkan laki-laki yang sebesar 6,45%. Sementara itu, TPT lulusan SMK mencapai 10,13%.
Tantangan tersebut juga tercermin dari tingginya angka NEET (not in employment, education and training) di Banten yang mencapai 23,79%.
Persentase perempuan muda yang tidak bekerja maupun menempuh pendidikan atau pelatihan mencapai 36,76%, Hampir dua kali lipat dibandingkan laki-laki sebesar 19,41%.
Baca Juga: Pelemahan Daya Beli Bisa Ganjal Kenaikan Tax Ratio di 2026
Maka, Yayasan Bulir Padi memperluas jangkauan program pemberdayaan ke Provinsi Banten melalui Program Lentera (Leadership and Empowerment for Women). Program ini menyasar perempuan muda lulusan SMA/SMK dari keluarga prasejahtera dengan memberikan pelatihan keterampilan, pendampingan, serta pembekalan untuk memasuki dunia kerja.
Ketua Yayasan Bulir Padi, Tia Sutresna mengatakan, perempuan muda lulusan SMA/SMK dari keluarga prasejahtera masih menghadapi berbagai hambatan untuk memasuki dunia kerja.
"Kombinasi minimnya keterampilan kerja, keterbatasan pendidikan yang memadai dan selaras dengan kebutuhan pasar kerja menciptakan lingkaran yang sulit diputus tanpa intervensi yang tepat sasaran," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (5/8)
Menurut Tia, Program Lentera diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan peserta, tetapi juga mendorong mereka menjadi lebih percaya diri dan mandiri secara ekonomi.
"Program Lentera tidak hanya diharapkan akan melahirkan perempuan muda yang memiliki keterampilan dan berdaya, namun juga menjadi agen perubahan bagi keluarga dan komunitasnya, untuk menjadi bagian yang positif dan produktif dari masyarakat," katanya.
Program tersebut mencakupa pelatihan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), pelatihan soft skill, literasi digital, pelatihan vokasi, pendampingan siap kerja, webinar mengenai dunia industri, hingga sesi dukungan keluarga. Pelatihan TIK dalam program ini didukung secara finansial oleh PT Tigaraksa Satria Tbk.
Program Lentera juga menandai perluasan jangkauan pemberdayaan YBP ke luar Jakarta. Selama lebih dari dua dekade, yayasan ini telah mendampingi lebih dari 1.800 anak dan kaum muda dari keluarga prasejahtera melalui program pendidikan, pelatihan keterampilan, dan kesiapan kerja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
