kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45865,51   3,33   0.39%
  • EMAS924.000 -0,22%
  • RD.SAHAM -0.15%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Pembayaran klaim Covid-19 capai Rp 22,88 triliun


Jumat, 23 Juli 2021 / 18:20 WIB
Pembayaran klaim Covid-19 capai Rp 22,88 triliun
ILUSTRASI. Hingga 19 Juli 2021 Kementerian Kesehatan RI telah membayarkan klaim pelayanan Covid-19 sebesar Rp 22,88 triliun.

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai pembayaran klaim Covid-19 terus meningkat di tengah peningkatan kasus baru di dalam negeri. Hingga 19 Juli 2021, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah membayar klaim kesehatan terkait Covid-19 senilai Rp 22,88 triliun. 

Jika dirinci, pembayaran klaim ini terdiri dari bulan layanan pada Januari-Juni 2021 mencapai Rp. 14,7 triliun. Kemudian tunggakan bulan layanan Maret sampai Desember 2020 sebesar Rp. 8,16 triliun.

Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan dr. Rita Rogayah mengatakan, istilah tunggakan itu adalah semua pelayanan pada tahun lalu kemudian dibayar tahun 2021. 

“Kalau yang ditagihkan tahun ini tapi pelayanannya pada tahun 2020. Itulah yang kami sebut sebagai tunggakan,” kata Rita, dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Rabu (21/7).

Dia bilang, pembayaran bulan layanan 2020 diperuntukkan untuk tunggakan pada  Maret hingga Desember. Sementara untuk bulan layanan 2021 merupakan pembayaran untuk Januari hingga Juni.

Baca Juga: UPDATE Corona Indonesia, Jumat (23/7): Tambah 49.071 kasus baru, selalu pakai masker

"Tingginya pembayaran klaim bulan Januari hingga Maret 2021, karena sudah banyak rumah sakit yang menyelesaikan tagihannya ke BPJS. Sementara pembayaran April hingga Juni belum semua rumah sakit memberikan tagihan," terangnya. 

Selain itu, tingginya pembayaran klaim pada Januari 2021 karena banyak pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.

“Kami lihat angka tinggi sekali di Januari karena pasiennya banyak. Kami juga hati-hati mungkin nanti pada bulan Juni dan Juli ini tagihan rumah sakit juga meningkat karena angka pasien yang masuk rumah sakit cukup tinggi,” katanya.

Berdasarkan kepemilikan rumah sakit, klaim yang sudah dibayarkan berasal dari 805 rumah sakit swasta dengan tagihan Rp 11,89 triliun. Diikuti 418 rumah sakit daerah dengan tagihan Rp 6,87 triliun.

Menyusul 30 rumah sakit vertikal Kemenkes Rp 1,3 triliun, 58 RS TNI Rp 1,04 triliun, 23 RS BUMN Rp 703,3 miliar, 33 RS Polri Rp 581 miliar, dan 11 RS Kementerian lain Rp 430 miliar.

“Memang pelayanan yang banyak itu ada di rumah sakit swasta dan di rumah sakit daerah,” pungkas Rita.

 

Selanjutnya: Rekor lagi, kematian akibat Covid-19 di Indonesia bertambah 1.566 pada Jumat (23/7)

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Rahasia Banjir Order dari Digital Marketing Sukses Berkomunikasi: Mempengaruhi Orang Lain Batch 3

[X]
×