kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Pembatasan BBM subsidi butuh investasi Rp 84,5 miliar


Senin, 13 Desember 2010 / 12:54 WIB
ILUSTRASI. Toserba YOGYA


Reporter: Astri Kharina Bangun | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pembatasan bahan bakar minyak (BBM) subsidi membutuhkan investasi sebesar Rp 84,5 miliar. Dana ini untuk membangun sarana dan fasilitas depot BBM non subsidi.

Rinciannya, pembangunan depot di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi sebesar Rp 1,5 miliar. Untuk seluruh Jawa dan Bali membutuhkan dana Rp 23,5 miliar.

Lalu, untuk kota-kota besar di Sumatera membutuhkan dana sebesar Rp 10 miliar. Sementara, untuk seluruh Sumatera sebesar Rp 21 miliar. Di kota-kota besar Kalimantan sebesar Rp 9 miliar. Di kota-kota besar Sulawesi sebesar Rp 4,5 miliar. Sedangkan, Sulawesi, Maluku dan Papua sebesar Rp 15 miliar.

"Kami memperkirakan penambahan sarana dan fasilitas depot di 10 lokasi," ujar Darwin saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Senin (13/12). Cuma, Darwin tak merinci lokasi tersebut.

Seperti diketahui, pembatasan BBM subsidi akan mulai berlaku tahun depan. Namun, rencana ini terhambat lantaran belum tersedianya pom bensin yang menyediakan BBM non subsidi yang memadai terutama di luar Jawa dan Bali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×