kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.136   22,00   0,13%
  • IDX 7.492   33,02   0,44%
  • KOMPAS100 1.036   6,45   0,63%
  • LQ45 745   -1,30   -0,17%
  • ISSI 271   2,06   0,77%
  • IDX30 400   -0,76   -0,19%
  • IDXHIDIV20 486   -4,06   -0,83%
  • IDX80 116   0,41   0,36%
  • IDXV30 135   -0,20   -0,15%
  • IDXQ30 128   -1,10   -0,85%

Pelindo bantah akan monopoli bisnis pelabuhn


Senin, 03 Juni 2013 / 21:31 WIB
ILUSTRASI. Hak-hak Pekerja Perempuan Sesuai UU No 13 Tahun 2003, Sudah Ada yang Anda Ketahui? KONTAN/Baihaki/18/11/2021


Reporter: Fahriyadi | Editor: Amal Ihsan

JAKARTA. Direktur Utama Pelindo II RJ Lino menjelaskan kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok berlangsung normal seperti biasa. Hal itu dinyatakannya ketika menanggapi pertanyaan seputar mogoknya perusahaan logistik dan pengangkutan di Pelabuhan Tanjung Priok pada hari Senin (3/6) pukul 06.00-18.00 WIB.

Menurutnya, kegiatan yang normal itu terlihat dari jumlah kapal yang dilayani untuk standar dan melakukan bongkar muat berjumlah sekitar 20 kapal. "Kapal yang dateng ke pelabuhan masih normal dan bongkar muat tidak terganggu sama sekali. Jadi tidak benar kalau ada kerugian bernilai milayaran," katanya, Senin (3/6).

Lino menjelaskan, peti kemas yang dibawa keluar oleh truk kontainer merupakan stok yang sudah ada di pelabuhan. Namun, truk kontainer yang keluar dari pelabuhan tidak bisa keluar. Karena dicegat oleh berbagai oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Sebenarnya pengusaha jasa angkutan barang yang mau operasi juga banyak. Banten dan Jawa Barat tetap bekerja. Namun, ada yang melarang untuk operasi. Nah ini yang menjadi masalah, harus dibereskan supaya tidak terjadi lagi," jelasnya.

Pemilik barang juga sudah mengantisipasi isu maupun aksi mogok ini dengan melakukan pengiriman atau pembongkaran barang pada Sabtu dan Minggu kemarin. Lino menegaskan, ekspansi Pelindo yang tidak bertujuan mematikan usaha pendukung kegiatan kepelabuhanan apalagi berniat memonopoli.

Menurutnya pembentukan anak perusahaan ini dimaksudkan untuk memperkuat dan memperbaiki layanan Pelindo sebagai operator. "Seperti PT Jasa Armada Indonesia yang banyak dikatakan bergerak di bidang trucking, sebenarnya merupakan perusahaan yang menyediakan jasa layanan kapal tunda dan pandu. Dua jasa layanan itu sejak lama menjadi tanggung jawab kami," katanya.

Adapun PT Indonesia Kendaraan Terminal yang juga diisukan akan memonopoli layanan angkut barang dari dan menuju pelabuhan, menurut Lino sebenarnya adalah operator Tanjung Priok Car Terminal yang merupakan terminal khusus bagi kegiatan ekspor impor dan kendaraan di Pelabuhan Tanjung Priok dan sudah operasi sejak tahun 2009.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×