kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.702   58,64   1,04%
  • KOMPAS100 737   8,81   1,21%
  • LQ45 558   5,02   0,91%
  • ISSI 199   2,06   1,05%
  • IDX30 316   2,20   0,70%
  • IDXHIDIV20 390   0,42   0,11%
  • IDX80 84   0,86   1,04%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,39   0,38%

Pelemahan rupiah tekan daya beli konsumen


Selasa, 01 September 2015 / 19:49 WIB


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Turunnya daya beli masyarakat kian terasa. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Agustus 2015 sebesar 0,39%.

Tidak seperti biasanya, inflasi Agustus 2015 ini adalah inflasi terendah sejak 2007. Taruh saja, inflasi Agustus 2010 sebesar 0,76%, Agustus 2011 sebesar 0,93%, Agustus 2012 sebesar 0,95%, Agustus 2013 1,12%, dan Agustus 2014 sebesar 0,47%.

Padahal periode ini adalah periode yang masih termasuk tinggi meskipun periode Lebaran telah berlalu pada Juli. Pasalnya, terdapat tahun ajaran baru yang menyebabkan uang masuk sekolah naik mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga perguruan tinggi.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede berpendapat inflasi Agustus 2015 yang landai ini disebabkan konsumsi masyarakat yang lesu.

Survei BI mengenai indeks kepercayaan konsumen pun stagnan lantaran konsumen melihat adanya pelemahan nilai tukar rupiah.

"Karena secara keseluruhan konsumsi masyarakat didominasi dengan permintaan impor," ujarnya, Selasa (1/9).

Inilah yang kemudian membuat inflasi inti sejak Juli lalu turun ke bawah 5% dan pada Agustus tercatat 4,92%. Peredaran uang di masyarakat menurun sehingga konsumsi masyarakat melambat.

Hingga akhir tahun Josua melihat inflasi akan berada dalam target BI yaitu sekitar 4%-4,5%. Kondisi harga minyak dunia yang turun menjadi salah satu faktor positif bagi inflasi tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×