kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.882   35,00   0,20%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Pekan ini, Kemendagri sampaikan ampres untuk RUU Desa


Selasa, 06 Desember 2011 / 20:12 WIB
ILUSTRASI. katalog promo Tupperware Januari 2021. Promo Tupperware Januari 2021


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berjanji segera menyampaikan amanat presiden (ampres) menyangkut Rancangan Undang-Undang (RUU) Desa ke Presiden. Baru setelahnya draft RUU Desa tersebut dikirimkan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

"Nanti minggu ini saya kirimkan ampresnya ke Presiden. Mudah-mudahan cepat penanda tangannya, kita kirim ke DPR," kata Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi di Istana, Selasa (6/12).

Gamawan menegaskan pasal-pasal krusial yang ada dalam draft RUU Desa semuanya sudah disepakati. Ada pun enam isu krusial dalam RUU Desa yakni tentang kedudukan desa, penataan desa, kewenangan desa, penyelenggara pemerintahan desa, keuangan desa, serta pembangunan desa, dan kawasan pedesaan.

Sekilas, Gamawan menjelaskan kesepakatan yang diambil di antaranya menyangkut pengaturan dana desa. "Dana desa itu pasti ada," katanya.

Nantinya, desa memiliki kewenangan penuh untuk mengatur dana tersebut. Ini menegaskan otonomi yang dimiliki Provinsi dan Kabupaten Kota. "Kalau dana itu ke kabupaten biar kabupaten yang atur besarnya dana alokasi untuk desa masing-masing," katanya.

Sebelumnya, sejumlah perangkat desa yang tergabung dalam Persatuan Rakyat Desa Nusantara mengultimatum pemerintah untuk segera menyerahkan naskah Rancangan Undang-Undang Desa ke DPR. Mereka melakukan aksi dan bertahan di Jakarta sampai pemerintah memenuhi janjinya yang selama ini terus diulur-ulur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×