kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45866,25   0,74   0.09%
  • EMAS918.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.32%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Pedasnya harga cabai sokong inflasi Juli 2021


Senin, 02 Agustus 2021 / 11:56 WIB
Pedasnya harga cabai sokong inflasi Juli 2021
ILUSTRASI. Cabai jadi penyokong utama inflasi bullan Juli 2021

Reporter: Bidara Pink | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan Juli 2021 mengalami peningkatan harga (inflasi). Ini terjadi setelah di bulan sebelumnya terjadi penurunan harga alias deflasi. 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi pada bulan laporan sebesar 0,08% mom. Alhasil, inflasi tahunan hingga bulan Juli 2021 mencapai 1,52%. 

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, berdasarkan kelompok pengeluaran, penyumbang utama inflasi di bulan lalu datang dari kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau serta kelompok Kesehatan. 

Ia memerinci, Kelompok Makanan, Minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,15% mom dengan andil pada inflasi sebesar 0,04%. 

“Komoditas yang dominan memberi andil pada inflasi dalam kelompok ini adalah cabai rawit dengan andil 0,03%. Ini memberi andil besar pada inflasi karena faktor cuaca dan memasuki musim peralihan atau musim pancaroba,” ujar Margo, Senin (2/8). 

Selain cabai rawit, ada juga komoditas tomat, bawang merah, cabai merah, dan rokok kretek filter yang masing-masing memberi kontribusi pada inflasi Juli 2021 sebesar 0,01%. 

Akan tetapi, masih ada beberapa komoditas yang mengalami deflasi sehingga menghambat laju inflasi, seperti daging ayam ras yang memberikan andil pada deflasi sebesar 0,04%, serta beras dan telur ayam ras yang memberi andil masing-masing 0,01%. 

Baca Juga: BPS catat inflasi Juli 2021 sebesar 0,08% mom, inflasi tertinggi di kota Sorong

Kemudian, inflasi juga terjadi pada kelompok Kesehatan dengan tingkat peningkatan harga mencapai 0,24% mom. Andil-nya pada inflasi umum sebesar 0,01%.

“Hal ini terkait dengan adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sehingga meningkatkan konsumsi masyarakat untuk kelompok ini,” ungkap dia. 

Margo memerinci, inflasi pada kelompok Kesehatan ini didorong oleh inflasi pada sub kelompok obat-obatan dan produk kesehatan yang mengalami inflasi 0,47% mom. Sedangkan inflasi terendah adalah sub kelompok jasa rawat jalan sebesar 0,06% mom. 

Lebih lanjut, selain dua kelompok tersebut, kelompok pengeluaran lain yang menyumbang inflasi antara lain kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga dengan inflasi sebesar 0,11% mom dan andil 0,01%. 

Kemudian kelompok Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rumah Tangga dengan inflasi sebesar 0,11% mom dan andil 0,01%. Ada juga kelompok pendidikan dengan inflasi 0,18% mom dan sumbangan pada inflasi umum sebesar 0,01%. 

 

Selanjutnya: IHSG menguat tipis ke 6.079 pada sesi pertama hari ini, asing lepas BBCA, MIKA, PEGE

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×