kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.859   13,00   0,08%
  • IDX 8.974   37,25   0,42%
  • KOMPAS100 1.236   7,14   0,58%
  • LQ45 872   4,11   0,47%
  • ISSI 326   1,99   0,61%
  • IDX30 442   2,49   0,57%
  • IDXHIDIV20 520   2,91   0,56%
  • IDX80 138   0,90   0,66%
  • IDXV30 145   1,11   0,77%
  • IDXQ30 141   0,81   0,57%

PDIP: Tanpa Wamen, Kabinet Jokowi-JK lebih ramping


Selasa, 16 September 2014 / 21:50 WIB
PDIP: Tanpa Wamen, Kabinet Jokowi-JK lebih ramping
Katalog promo JSM Superindo terbaru 31 Maret-2 April 2023 untuk harga spesial saat akhir pekan di bulan Ramadhan ini.


Reporter: Fahriyadi | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Postur 34 kementerian yang diusung pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) dianggap sebagian kalangan terlalu gemuk dan tak efisien.

Namun Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo menampik hal tersebut. Menurutnya, kabinet Jokowi-JK akan lebih ramping dari yang sekarang.

"Pemahaman perampingan kabinet jangan dilihat mengurangi arsitektur kabinet, pemahaman perampingan kabinet adalah efektif, efisien dengan mengurangi wakil-wakil menteri," kata Tjahjo, Selasa (16/9).

Selain mengurangi wakil menteri dengan hanya memberi pengecualian pada Wakil Menteri Luar Negeri, Tjahjo bilang efisiensi pemerintahan mendatang adalah dengan mengoptimalkan peran eselon I dalam kementerian.

Menurutnya pemerintahan baru sedang mengkaji untuk merampingkan eselon II dan III dalam struktur kementerian yang dianggap tidak efisien.

Dengan begitu, dia bilang kerja kementerian akan lebih maksimal karena selama ini banyak tumpang tindih pekerjaan yang justru datang bukan hanya lintas kementerian, melainkan dalam internal kementerian sendiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×