kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.923   27,00   0,16%
  • IDX 7.164   -138,03   -1,89%
  • KOMPAS100 989   -24,52   -2,42%
  • LQ45 732   -14,72   -1,97%
  • ISSI 252   -6,20   -2,41%
  • IDX30 398   -8,38   -2,06%
  • IDXHIDIV20 499   -11,65   -2,28%
  • IDX80 112   -2,43   -2,13%
  • IDXV30 136   -1,81   -1,31%
  • IDXQ30 130   -3,03   -2,28%

Ini Skenario Pemerintah Terkait Dampak Memanasnya Konflik Iran dengan Israel dan AS


Kamis, 05 Maret 2026 / 14:12 WIB
Ini Skenario Pemerintah Terkait Dampak Memanasnya Konflik Iran dengan Israel dan AS
ILUSTRASI. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (KONTAN/Dendi Siswanto)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pemerintah melihat sejumlah skenario dari dampak konflik yang memanas antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat terhadap perekonomian global dan domestik.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah memperkirakan konflik tersebut bisa berlangsung dalam berbagai kemungkinan durasi sehingga perlu disiapkan langkah antisipasi.

“Sampai kapannya perang bisa tiga bulan, bisa enam bulan, bisa lebih. Jadi kita masing-masing sudah ada skenario,” ujar Airlangga kepada awak media di Menara Batavia, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Baca Juga: APBN Disorot Fitch, Pemerintah Pastikan Penguatan Rasio Pajak dan MBG Jalan Terus

Airlangga menjelaskan, pemerintah Indonesia sebelumnya juga pernah menghadapi kondisi serupa saat pecahnya Russian invasion of Ukraine yang mendorong lonjakan harga minyak dan berbagai komoditas global.

Menurutnya, kenaikan harga komoditas memiliki efek ganda bagi Indonesia. Di satu sisi, pemerintah harus menjaga stabilitas subsidi energi agar tidak membebani masyarakat.

Dengan APBN, Airlangga memastikan subsidi tetap dilanjutkan untuk menjaga daya beli masyarakat.

"Pemerintah kemarin sudah siapkan bahwa subsidi kita akan lanjutkan dan APBN itu sebagai buffer untuk meredam fluktuasi harga," ungkap Airlangga.

Namun di sisi lain, kenaikan harga komoditas global juga berpotensi meningkatkan penerimaan negara dari sektor terkait dalam hal ini Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Meski demikian, Airlangga menilai masih terlalu dini untuk menyimpulkan dampak konflik tersebut terhadap perekonomian Indonesia.

“Kita tentu melihat situasinya masih too early to call, masih terlalu pagi,” ujarnya.

Baca Juga: Mendikdasmen Tegaskan Tak Ada Anggaran Pendidikan yang Dipotong Untuk MBG

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×