kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.970   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Paskah: Pertamina Tak Bisa Seenaknya Menaikkan Harga Elpiji


Jumat, 14 Agustus 2009 / 15:48 WIB


Reporter: Fitri Nur Arifenie | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kepala Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas), Paskah Suzetta mengatakan, kenaikan harga elpiji 12 kg harus melalui konsultasi pemerintah. Pasalnya, kenaikan harga elpiji akan berdampak kepada perekonomian dalam negeri.

"Meskipun mereka perusahaan, tetapi jika menyangkut hajat hidup orang banyak harus berkonsultasi dulu dengan pemerintah," tegas Paskah seusai menghadiri pidato kenegaraan Presiden di Gedung DPR RI, Jumat (14/80).

Apalagi, kenaikan elpiji akan memicu inflasi dalam negeri. Menurutnya, pemerintah akan menahan kenaikan harga elpiji hingga musim lebaran tiba. Maklum, jika kenaikan harga elpiji dilakukan ketika menjelang lebaran, akan ada kenaikan inflansi. Karena pada musim lebaran, konsumsi masyarakat akan naik.

Paskah melanjutkan, pemerintah bisa memberikan subsidi jika kenaikan elpiji menjadi langkah terakhir. Namun, Paskah enggan mengatakan berapa besar subsidi yang diberikan untuk elpiji 12 kg.

"Jadi tetap harus melalui mekanisme konsultatif. Kalau diperlukan, ya, pemerintah akan memberikan subsidilah. Saya kira tahan dulu hingga Hari Raya," kata dia.

Sebaliknya, Sekretaris Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu mengatakan bahwa kenaikan elpiji 12 kg bisa dilakukan tanpa persetujuan pemerintah. Pasalnya, pemerintah tidak memberikan subsidi pada elpiji 12. Selain itu, jika harga tidak dinaikkan, maka Pertamina akan mengalami kerugian yang sangat besar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×