kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.561.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 17.974   47,00   0,26%
  • IDX 5.815   -128,30   -2,16%
  • KOMPAS100 752   -17,91   -2,33%
  • LQ45 584   -10,61   -1,78%
  • ISSI 199   -5,92   -2,89%
  • IDX30 326   -5,31   -1,60%
  • IDXHIDIV20 420   -4,72   -1,11%
  • IDX80 86   -1,95   -2,22%
  • IDXV30 115   -1,55   -1,33%
  • IDXQ30 107   -1,32   -1,22%

Para pekerja ini tidak bisa mendapatkan bantuan Rp 600.000 per bulan dari pemerintah


Jumat, 07 Agustus 2020 / 03:52 WIB
ILUSTRASI. Menteri BUMN Erick Thohir. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj.


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

- Aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran di bawah Rp 150.000 per bulan 

- Bukan PNS maupun pegawai badan usaha milik negara (BUMN)

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan stimulus itu akan diberikan kepada sebanyak 13 juta karyawan, dengan total anggarannya diperkirakan mencapai Rp 31,2 triliun. Insentif kepada pegawai ini bertujuan untuk mendorong konsumsi masyarakat pada periode semester II-2020. 

Baca Juga: Ekonomi kuartal II-2020 keok, Gubernur BI: Fase terberat ada di bulan April dan Mei

“Bantuan gaji kepada pekerja yang saat ini sedang dijajaki. Ini langkah-langkah yang dilakukan pemerintah untuk terus membantu memulihkan daya beli masyarakat,” kata Menkeu Sri Mulyani dalam Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Rabu (5/8).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×