kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Para ekonom memprediksi neraca dagang akan defisit di Desember 2019


Selasa, 14 Januari 2020 / 20:01 WIB
Para ekonom memprediksi neraca dagang akan defisit di Desember 2019
ILUSTRASI. Para ekonom memprediksi neraca perdagangan pada Desember 2019 akan kembali mengalami defisit. KONTAN/Baihaki/3/1/2020

Reporter: Bidara Pink | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Para ekonom memprediksi neraca perdagangan pada Desember 2019 akan kembali mengalami defisit. Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca dagang pada November 2019 mengalami defisit sebesar US$ 1,33 miliar.

Peneliti ekonomi senior Institut Kajian Strategis Universitas Kebangsaan RI Eric Sugandi memprediksi neraca dagang pada Desember 2019 mengalami defisit di kisaran US$ 0,2 miliar, atau lebih tepatnya di angka US$ 187 juta.

Baca Juga: Danareksa memprediksi neraca dagang Desember 2019 defisit US$ 0,58 miliar

Secara terperinci, Eric menyebut defisit neraca perdagangan tersebut disebabkan oleh ekspor yang diprediksi akan tumbuh sebesar 3,1% mom sehingga menjadi US$ 14,37 dan impor yang terkoreksi 5,1% mom sehingga menjadi US$ 12,562 juta.

"Meski ekspor tercatat meningkat dan impor menurun, neraca perdagangan tetap mengalami defisit karena total nilai ekspor lebih kecil dari total nilai impor," tutur Eric pada Kontan.co.id, Selasa (14/1).

Kinerja ekspor yang meningkat pada bulan Desember 2019 terutama didorong oleh peningkatan harga minyak dan gas (migas) dan juga peningkatan volume ekspor non migas. Sementara penurunan impor disebabkan oleh berkurangnya aktivitas impor pada bulan Desember 2019 karena banyak perusahaan dan importir yang mengimpor barang pada bulan November 2019.

Baca Juga: Menanti data trade balance, rupiah berpotensi melemah tipis esok hari

"Terutama untuk barang konsumsi terkait dengan Natal dan Tahun Baru," jelas Eric. Sementara untuk keseluruhan tahun 2019, Eric memprediksi neraca dagang akan tercatat defisit US$ 3,4 miliar.

Senada dengan Eric, Ekonom Bank UOB Enrico Tanuwidjaja memprediksi neraca dagang akan mengalami defisit sebesar US$ 0,7 miliar. Hal ini disebabkan oleh ekspor komoditas yang masih menurun meski di tengah harga sawit yang sudah mulai membaik.

Enrico memprediksi ekspor masih akan terkoreksi 4% yoy pada bulan Desember 2019 sementara impor akan terkoreksi 5% yoy.

Baca Juga: Rupiah ditutup melemah tipis ke Rp 13.680 per dolar AS

Ekonom BCA David Sumual pun memprediksi neraca dagang akan mengalami defisit sebesar US$ 207 juta. David juga memprediksi total ekspor akan terkoreksi 1,9% yoy dan impor terkoreksi 7,2% yoy, atau masing-masing membaik dari kontraksi di bulan sebelumnya yang sebesar 5,67% dan 9,24%.

Demikian juga dengan ekonom Bank Standard Chartered Aldian Taloputra memprediksi ekspor akan mengalami kontraksi yang lebih rendah dari bulan sebelumnya. Ekspor akan terkontraksi 1,5% yoy dan impor diprediksi akan terkontraksi 4,0%. Meski begitu, ia memprediksi neraca dagang masih akan defisit sebesar US$ 632 juta.




TERBARU

Close [X]
×