kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.916.000   4.000   0,14%
  • USD/IDR 16.918   17,00   0,10%
  • IDX 8.274   -36,15   -0,43%
  • KOMPAS100 1.163   -5,91   -0,51%
  • LQ45 834   -4,25   -0,51%
  • ISSI 296   -0,45   -0,15%
  • IDX30 437   -1,48   -0,34%
  • IDXHIDIV20 520   -5,14   -0,98%
  • IDX80 130   -0,58   -0,44%
  • IDXV30 144   0,34   0,24%
  • IDXQ30 140   -1,50   -1,06%

Pesawat Pelita Air Service yang Angkut BBM Pertamina Jatuh di Kaltara, Pilot Tewas


Kamis, 19 Februari 2026 / 16:17 WIB
Diperbarui Kamis, 19 Februari 2026 / 16:59 WIB
Pesawat Pelita Air Service yang Angkut BBM Pertamina Jatuh di Kaltara, Pilot Tewas
ILUSTRASI. Pelita air service (KONTAN/Pelita air)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pesawat udara jenis Air Tractor AT-802 dengan registrasi PK-PAA milik Pelita Air Service dilaporkan mengalami kecelakaan saat mengangkut BBM Pertamina menuju daerah terpencil, Kamis (19/2/2026).

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mengonfirmasi bahwa pilot pesawat tersebut dinyatakan meninggal dunia

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa menjelaskan, pesawat produksi tahun 2013 ini tengah menempuh rute penerbangan dari Bandar Udara Long Bawan menuju Bandar Udara Tarakan.

Baca Juga: KPK Perpanjang Masa Larangan Berpergian ke Luar Negeri Eks Menag Yaqut dan Gus Alex

Dikabarkan, pesawat lepas landas pada pukul 12.10 WITA dengan estimasi waktu tiba di Tarakan pada pukul 13.15 WITA. Namun, di tengah perjalanan, sinyal darurat atau Emergency Locator Transmitter (ELT) terdeteksi pada pukul 12.20 WITA.

"Informasi terakhir yang kami peroleh pada pukul 15.16 WITA pilot atas nama Capt. Hendrick Lodewyck Adam dinyatakan meninggal dunia," ujarnya melalui keterangan resmi, Kamis (19/2/2026).

Mengenai aspek kelaikan, Lukman mencatat, pesawat dengan nomor seri 802-0494 ini sebenarnya baru saja menjalani pemeriksaan rutin. "Dari sisi kelaikudaraan, pesawat telah menjalani pemeriksaan rutin 100 jam dan 200 jam pada 11 Februari 2026. Total pemeriksaan jam terbang pesawat mencapai 3.303 jam," tuturnya.

Hingga saat ini, penyebab pasti jatuhnya pesawat yang mengangkut bahan bakar tersebut masih menjadi tanda tanya. Pihak otoritas menegaskan bahwa proses investigasi lebih lanjut akan segera dilakukan oleh instansi yang berwenang untuk mendalami penyebab kecelakaan.

Lebih lanjut, Lukman menyatakan, telah melakukan koordinasi intensif dengan operator Pelita Air Service, otoritas bandara, serta instansi terkait lainnya guna memastikan penanganan di lapangan berjalan optimal.

"Proses investigasi akan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku oleh instansi berwenang. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini dan mengimbau semua pihak untuk menunggu informasi resmi yang terverifikasi," pungkasnya. 

Baca Juga: Prabowo Saksikan MoU Bernilai Rp 650 Triliun di Washington, Ini Daftarnya

Selanjutnya: Kinerja Saham Big Banks Kompak Melemah pada Penutupan Perdagangan Kamis (19/2/2026)

Menarik Dibaca: Kelelahan Finansial Bisa Menggerus Hidup? Ini Cara Mudah Mengatasi Stres Keuangan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×