kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.120   -5,00   -0,03%
  • IDX 6.075   36,77   0,61%
  • KOMPAS100 793   4,42   0,56%
  • LQ45 601   -0,89   -0,15%
  • ISSI 210   3,13   1,51%
  • IDX30 340   -0,74   -0,22%
  • IDXHIDIV20 422   -1,12   -0,26%
  • IDX80 90   0,38   0,43%
  • IDXV30 115   0,54   0,47%
  • IDXQ30 109   -0,16   -0,15%

Komisi I DPR minta jatuhnya pesawat Hawk diusut


Selasa, 16 Oktober 2012 / 14:34 WIB
ILUSTRASI. Pembangunan perumahan di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (18/7). KONTAN/BAihaki/18/7/2020


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Edy Can


JAKARTA. DPR meminta jatuhnya pesawat TNI Angkatan Udara di Kampar, Riau, diinvestigasi. Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin beralasan pesawat yang jatuh itu merupakan barang baru.

Menurutnya, pesawat jenis Hawk 200 ini masih aktif dipakai TNI AU. "Kondisi pesawat masih layak terbang. Dalam kacamata kami, karena pesawat tersebut masih bagus, kelancaran biaya suku cadangnya baik maka perlu adanya investigasi," kata Hasanudin, Selasa (16/10).

Pesawat TNI AU jenis Hawk 200 jatuh saat melakukan latihan sekitar pukul 09.46 di kawasan Pasir Putih, Pandau, Kabupaten Kampar, Riau. Pesawat yang diawaki Letda Reza Yori ini dalam kondisi layak terbang. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini.

Hasanuddin menjelaskan, Indonesia membeli pesawat itu sebanyak dua skuadron atau setara dengan 32 unit pesawat dari Inggris. Pesawat berjenis Hawk ini masuk ke Indonesia pada awal tahun 2000 dan ditempatkan di Pekanbaru dan Pontianak.

Menurut Hasanuddin, pesawat tempur ini terbilang canggih. Dia bilang pesawat ini digunakan untuk membantu memberikan serangkan cepat ke darat bila terjadi ancaman dari pihak musuh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×