kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45944,22   -1,36   -0.14%
  • EMAS999.000 1,52%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Pandemi Belum Usai Ditambah Konflik Rusia-Ukraina, Jokowi: Semua Sulit Diprediksi


Jumat, 11 Maret 2022 / 14:31 WIB
Pandemi Belum Usai Ditambah Konflik Rusia-Ukraina, Jokowi: Semua Sulit Diprediksi
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo.


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saat ini kondisi dunia pada situasi yang tidak mudah. Ketidakmudahan dirasakan oleh semua negara di dunia. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, dunia dihadapkan Kita dihadapkan pada disrupsi kronis akibat revolusi industri 4.0 yang membuat semua negara tergagap-gagap.

"Dihantam lagi oleh disrupsi akut karena pandemi yang tidak kita duga-duga. Tambah pusing kita semuanya, semua negara tambah pusing semuanya. Pusingnya belum reda, tambah lagi ada perang," kata Jokowi dalam Dies Natalis UNS ke 46 secara virtual, Jumat (11/3).

Dengan kondisi tersebut membuat setiap negara sulit mengelola keuangan ditambah mengendalikan pandemi. Namun, Jokowi mensyukuri Indonesia masih termasuk baik dalam pengelolaan keuangan negara dan juga pengendalian pandemi dibandingkan negara-negara lain.

"Dua hari yang lalu, kanselir Jerman Olaf Scholz telpon saya, berbicara banyak ya kira-kira tadi saya sampaikan suasananya. Kemarin telepon lagi siang juga PM Kishida dari Jepang menyampaikan hal yang sama. Pandemi yang belum rampung kemudian ada tambahan perang sehingga semuanya menjadi sulit diprediksi, sangat sulit diprediksi," ungkapnya.

Baca Juga: Bambang Susantono Jadi Kepala Otoritas IKN, Ini Kata Hipmi dan REI

Hal yang tak terduga seperti kelangkaan energi, saat ini dialami oleh semua negara. Kemudian disusul dengan kelangkaan pangan yang juga mulai terlihat. Di mana harga pangan dunia naik, seperti gandum hingga kedelai.

"Tambah perang, ini gandum karena hampir 20% lebih gandum itu dari Ukraina dan Rusia jadi naik sangat drastis. Kalau dilihat angka-angka waduh, di Rusia naik 12%, Amerika naik 6,9%, Turki 5,5%. Alhamdulillah kita masih di angka 3%, tapi sampai kapan kita bisa menahan seperti ini?" imbuhnya.

Kemudian adanya kelangkaan kontainer juga menambah tekanan yang dirasakan negara-negara di dunia. Kelangkaan kontainer memicu harga barang-barang hingga ke tangan konsumen ikut naik karena ongkos logistik yang naik.

Imbas kondisi tersebut naiknya angka inflasi. Jokowi menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam mengelola ekonomi baik secara makro dan mikro. Kondisi ketidakpastian global ini memerlukan solusi detil dengan transformasi dan memanfaatkan peluang yang ada. Salah satunya yang kini didorong pemerintah yaitu hilirisasi industri.

"Ini yang akan kita lakukan. Oleh sebab itu perlu stabilitas. Yang kita lakukan transformasi ekonomi. Dalam posisi seperti ini, keberanian mentransformasi ekonomi ini akan memberikan manfaat dan memberikan peluang jangka panjang kita akan menjadi lebih baik," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM) Supply Chain Management Principles (SCMP)

[X]
×