kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

PAN akan menolak jika ditawari Jokowi menteri


Rabu, 06 Mei 2015 / 11:53 WIB
ILUSTRASI. Mengenal 8 Jenis Delik dalam Perkara Pidana serta Pengertian Masing-Masing Delik.


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan menegaskan, partainya tidak akan menerima jika ada tawaran untuk masuk ke kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla. PAN memilih tetap berada di Koalisi Merah Putih meski sudah mengalami perubahan kepengurusan partai.

"Wah jangan, jangan (ditawari menteri). Kita kan di luar pemerintahan," kata Zulkifli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/5).

Zulkifli meyakini, Jokowi-JK saat ini sudah mengetahui dengan baik bagaimana kinerja para menteri di kabinet kerjanya. Berdasarkan penilaian selama tujuh bulan, bisa dipertimbangkan mana menteri yang harus diganti dan mana yang tetap dipertahankan.

"Soal reshuffle, saya kira nama-nama sudah ada di Presiden dan bapak Wakil Presiden kan, ya kita hormati hak prerogatif beliau-beliau itu," ucap Ketua MPR itu. 

Wakil Presiden Jusuf Kalla sebelumnya mengisyaratkan bakal ada reshuffle dalam beberapa bulan ke depan. Kalla menilai reshuffle diperlukan untuk peningkatan kinerja kabinet.

Untuk tujuan itu, Kalla menilai diperlukan sosok yang tepat untuk mengisi kabinet sesuai dengan kemampuannya. Adapun Jokowi enggan berkomentar soal wacara reshuffle kabinet. (Ihsanuddin)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×