kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Paket Stimulus Meluncur, BI Rate Harus Menciut


Senin, 05 Januari 2009 / 11:19 WIB


Reporter: Yohan Rubiyantoro |

JAKARTA. Kalangan pengusaha berharap agar paket stimulus ekonomi yang digelontorkan pemerintah tahun ini sebesar Rp 50 triliun segera disusul dengan kebijakan otoritas moneter, dengan menurunkan suku bunga patokan alias BI Rate.

"Efektivitas stimulus ini akan maksimal jika otoritas moneter meresponsnya dengan menurunkan BI rate hingga ke level 8,5 persen dalam jangka dekat ini," ucap Ketua Kadin Bidang Fiskal dan Moneter, Bambang Soesatyo melalui pesan singkat, Minggu malam (5/1).

Bambang berharap stimulus sebesar itu diharapkan bisa memulihkan keyakinan dunia usaha. Jumlah itu juga mencerminkan pengakuan pemerintah tentang berat beban yang dihadapi dunia usaha dewasa ini. "Dengan insentif sebesar itu, otoritas fiskal telah meringankan beban dunia usaha," katanya.

Bambang mengingatkan agar pemerintah memprioritaskan stimulus itu untuk semua sektor padat karya, yang produknya bisa menjadi substitusi produk impor. Dengan pola ini, dua target bisa dicapai, yakni menurunkan potensi PHK dan penguatan pasar dalam negeri.

Stimulus tersebut juga harus komprehensif, fokus dan punya konsistensi. Stimulus itu harus fokus pada penguatan pasar dalam negeri, memperbesar penggunaan produk dalam negeri, dan menekan barang impor, utamanya kategori TPT, alas kaki, elektronik serta makanan atau minuman.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×