kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Pakai e-procurement, Banjar lebih efisien 7%


Senin, 22 September 2014 / 10:33 WIB
Pakai e-procurement, Banjar lebih efisien 7%
ILUSTRASI. Cara Ampuh Mencegah Kolesterol Tinggi Saat Bulan Puasa


Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Rencana pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla agar semua pengadaan barang dan jasa berbasiskan teknologi informasi (e-Procurement) mendapat respons dari Bupati Banjar Sultan H Khairul Saleh.

Menurutnya penggunaan e-Procurement bukanlah hal baru di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Bahkan sejak 2007, ia telah menerapkan sistem e-Procurement untuk pengadaan barang dan jasa. Hal itu sejalan dengan rencana pemerintah Kabupaten Banjar untuk mengarahkan pembangunan infrastruktur sebesar 70% ke pedesaan.

“Untuk menjaga agar dana tersebut dapat berlangsung tepat sasaran dan dengan sistem yang lebih efisien dan transparan, sistem e-Procurement sudah dilaksanakan sejak 2007. Sistem ini menjadi yang pertama di bumi Kalimantan,” kata Sultan dalam keterangannya di Jakarta, Senin (22/9).

Menurut pria yang juga menjabat Ketua ICMI Kalimantan Selatan itu, sejak pengadaan barang dan jasa dengan menggunakan e-Procurement, berdampak pada efisiensi anggaran rata-rata per tahun sebesar 7% dari pagu anggaran. “Sistem ini juga ditujukan untuk memenuhi upaya transparansi dalam rangka pencegahan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN),” ujarnya.

Sultan mengklaim bahwa penerapan e-Procurement di Kabupaten Banjar sudah dilaksanakan jauh sebelum Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) RI  menyosialisasikan SPSE dan Perpres No 54/2010.

Selanjutnya pada tahun 2011 Pemkab Banjar menggunakan SPSE LKPP dengan nama LPSE Kabupaten Banjar. Berkat penerapan ini Kalimantan Selatan meraih e-Procurement Award 2013. Selain itu, Kabupaten Banjar juga mendapatkan penghargaan ICT Pura sebagai apresiasi terhadap pengembangan teknologi informasi di pemerintahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×