kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.861   2,00   0,01%
  • IDX 6.198   70,34   1,15%
  • KOMPAS100 825   17,54   2,17%
  • LQ45 620   8,79   1,44%
  • ISSI 215   -0,29   -0,13%
  • IDX30 350   2,51   0,72%
  • IDXHIDIV20 428   1,46   0,34%
  • IDX80 94   1,23   1,33%
  • IDXV30 118   -0,68   -0,58%
  • IDXQ30 112   0,80   0,71%

Pajak Konsumsi Masih Jadi Tulang Punggung Penerimaan Pajak Kuartal I-2023


Senin, 17 April 2023 / 16:02 WIB
ILUSTRASI. Pengunjung memilih produk minuman sirop pada sebuah gerai ritel modern di Jakarta, Jumat (31/3/2023). Pajak Konsumsi Masih Jadi Tulang Punggung Penerimaan Pajak Kuartal I-2023.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli

"Ini area yang harus kita waspadai, yaitu pelemahan ekonomi global juga terlihat dampaknya ke penerimaan kita," terangnya.

Kemudian disusul Pajak Penghasilan (PPh) 21 dengan porsi 11,5% dari total penerimaan pajak. Jenis pajak ini mencatat pertumbuhan 21,6% secara tahunan, atau lebih tinggi dibandingkan pada periode sama tahun sebelumnya yang tercatat 18,8%.

Ia bilang, penerimaan PPh 21 ini meningkat sejalan dengan pertumbuhan utilisasi dan juga upah tenaga kerja.

"Artinya dengan ada kegiatan ekonomi tumbuh, tenaga kerja mulai direkrut oleh karena itu tenaga kerja menerima upah dan gaji. Kemudian dari gaji dan upahnya, mereka juga membayar pajaknya," katanya.

Baca Juga: Dirjen Pajak Teken MoU dengan Ganjar Pranowo, Soal Apa?

Lebih lanjut, kontributor selanjutnya adalah PPh Final dengan sumbangan 6,7% dari total penerimaan pajak, diikuti penerimaan PPh 22 Impor dengan sumbangan 4,3%, PPh 26 Impor dengan sumbangan 3,5% serta PPh OP dengan sumbangan 1,8%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×