kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.639.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.676   -107,00   -0,60%
  • IDX 6.668   72,11   1,09%
  • KOMPAS100 872   13,18   1,53%
  • LQ45 663   10,90   1,67%
  • ISSI 232   2,15   0,94%
  • IDX30 371   5,78   1,58%
  • IDXHIDIV20 459   8,65   1,92%
  • IDX80 100   1,57   1,60%
  • IDXV30 127   2,77   2,24%
  • IDXQ30 119   2,33   2,00%

Pagu untuk UMKM dalam PEN terlalu besar, pemerintah akan geser ke program lain


Rabu, 12 Agustus 2020 / 14:14 WIB
ILUSTRASI. Wakil Menteri BUMN I Budi Gunadi Sadikin mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/11/2019). Rapat kerja tersebut membahas program kerja dan anggaran Kementerian/Lembaga Tahun 2020. ANTARA FOTO/Nova Wahyud


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pemerintah mempertimbangkan untuk menggeser pagu anggaran untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Pagu yang disiapkan pemerintah dinilai terlalu besar mengingat serapan saat ini sudah berdampak besar bagi UMKM. Sehingga nantinya anggaran akan digeser untuk program lainnya yang disiapkan pemerintah.

"Sehingga nanti kita akan melihat sisa pagu yang Rp 35 triliun mungkin kita bisa usahakan ke program lain," ujar Ketua Satgas PEN Budi Gunadi Sadikin di Kantor Presiden, Rabu (12/8).

Baca Juga: Pemulihan Ekonomi Nasional: Kredit Super Lunak Ditebar ke Usaha Mikro

Budi bilang sebelumnya terdapat sejumlah program PEN untuk sektor UMKM. Salah satunya adalah subsidi bunga untuk UMKM akibat dampak Covid-19 dengan pagu sebesar Rp 35 triliun.

Dari anggaran tersebut saat ini serapan masih sebesar Rp 1,3 triliun. Namun, angka tersebut sudah memberikan dampak yang besar mencapai 13 juta UMKM dalam Rp 1 triliun.

Baca Juga: Perluas Pemasaran, Perusahaan Asuransi Menggandeng E-Commerce




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×