kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.543   43,00   0,25%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pada JK, Newmont bilang terkendala bangun smelter


Rabu, 11 Maret 2015 / 13:10 WIB
ILUSTRASI. Manfaat daun kale untuk kesehatan tubuh.


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Wakil Presiden Jusuf Kalla hari ini, Rabu (11/3) menerima tamu pihak Newmont. Kali ini yang datang berkunjung adalah Chief Executive Officer (CEO) Newmont Mining Gary Goldberg, ditemani Presiden direktur PT Newmont Indonesia Martiono Hadianto.

Dalam pertemuan yang dilakukan di kantor wapres di jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, mereka membicarakan perkembangan kontrak karya pertambangan Newmont.

Usai pertemuan, Martiono mengatakan, salah satu hal yang ingin diketahui Gary Goldberg adalah tentang perkembangan kebijakan pemerintah, terutama terkait industri mineral. Ia juga bilang, pihaknya sudah memenuhi permintaan pemerintah terkait renegosiasi kontrak karya.

Ia juga menyinggung mengenai rencana pembangunan smelter. Menurutnya, Newmont telah melakukan kerjasama dengan perusahaan tambang multinasional lainnya, PT Freeport Indonesia untuk membangun smelter

Namun demikian sampai saat ini pembangunan smelter belum juga bisa dimulai, terkait berbagai permasalahan dan kepastian tempat. "Ini investasi besar yang memerlukan financing besar, jadi perlu kepastian," ujar Martiono, Rabu (11/3) di Jakarta.

Hal lain yang menjadi perhatian pemerintah adalah mengenai kesiapan infrastruktur tempat smelter akan dibangun. Namun demikian, Martiono enggan menjelaskan lebih detil mengenai perjanjian yang dibuatunya dengan Freeport.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×