kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Output kurang produktif, Wagub Jabar: Perlu ada pelatihan bagi pengajar SMK di daerah


Jumat, 07 Desember 2018 / 15:36 WIB
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum


Reporter: Umi Kulsum | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyebut, perlu ada training kepada para guru untuk nambah wawasan pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) secara spesifikasi. Tak menutup kemungkinan tenaga pengajar profesional bisa didatangkan dari luar negeri.

"Kebanyakan dari hasil evaluasi di rapat koordinator barusan, gurunya kurang produktif. Jadi jangan selalu salahkan siswa yang tidak sesuai dengan yang diharapkan," kata Uu saat ditemui usai rakor di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (7/12).

Uu bilang, menurut informasi dari Menteri Kemko Ekonomi Darmin Nasution, tenaga pengajar SMK harus ditingkatkan profesionalismenya.

"Tidak tertutup kemungkinan akan datangkan profesional dari luar negeri ke daerah langsung. Apa yang diharapkan guru SMK di Jawa Barat semua terjawab," terang Uu.

Uu menyambut positif langkah pemerintah yang memberikan keleluasan daerah untuk membuat kurikulum lokal. Pasalnya, banyak potensi sektor yang bisa digali untuk dikembangkan, utamanya di Jawa Barat.

Dengan training dari pengajar yang sudah ada ditambah dari profesional luar negeri diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan kemampuan yang didapat pelajar. Rencananya langkah ini akan mulai dilakukan tahun 2019 nanti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×