kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Operasional KKHI Dinilai Berhasil Tekan Angka Kematian Jemaah Haji


Kamis, 21 Mei 2026 / 14:11 WIB
Operasional KKHI Dinilai Berhasil Tekan Angka Kematian Jemaah Haji
ILUSTRASI. Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja Madinah hampir rampung (DOK/siti masitoh)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – MAKKAH. Kerja sama erat antara Pemerintah Republik Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi dalam upaya melindungi keselamatan jemaah haji mulai menunjukkan dampak positif.

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyatakan bahwa kebijakan Arab Saudi yang memberikan kemudahan terhadap perizinan operasional Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) berhasil membantu menurunkan angka kesakitan maupun kematian jemaah secara signifikan.

Pernyataan itu disampaikan Dahnil usai meninjau langsung fasilitas KKHI di Makkah dan memberikan arahan kepada ratusan tenaga kesehatan.

Baca Juga: PPIH Siapkan SOP Pergerakan 527 Kloter Jemaah ke Armuzna

Beroperasinya fasilitas klinik hingga ke tingkat sektor terbukti menjadi ujung tombak pelayanan darurat jelang fase krusial Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Hingga saat ini, tercatat hampir sepuluh ribu jemaah telah mendapatkan perawatan medis akibat kelelahan maupun risiko serangan panas (heatstroke).

Dahnil memaparkan bahwa kelancaran operasional KKHI berdampak langsung pada kecepatan intervensi medis kepada jemaah. Kecepatan penanganan inilah yang berhasil menyelamatkan puluhan nyawa dibandingkan periode penyelenggaraan tahun sebelumnya.

"Secara statistik tahun ini akibat komitmen dari pemerintah Saudi Arabia dan kita, penurunannya signifikan. Kalau tahun lalu per tanggal ini sudah 120 orang yang meninggal, tapi tahun ini sampai dengan hari ini hanya sekitar 50 orang," urai Wamenhaj saat ditemui Tim Media Center Haji, Rabu (20/5/2026).

Meski grafik kematian menurun, pemerintah meminta seluruh petugas dan jemaah tetap mewaspadai tren peningkatan pasien yang kerap memuncak saat fase Armuzna.

Pihaknya juga menyoroti fenomena mengejutkan di mana angka fatalitas justru banyak terjadi pada jemaah usia produktif (40-50 tahun), bukan pada kelompok lanjut usia (lansia).

"Yang wafat itu kebanyakan justru bukan lansia, yang wafat itu justru yang umur-umur 50an atau 40an. Karena merasa sehat, kemudian memaksakan kegiatan, akhirnya tidak terasa tumbang,” jelasnya.

Baca Juga: Layanan Bus Shalawat Dihentikan Sementara Mulai 22 Mei 2026

Temuan ini menegaskan kebijakan pemerintah bahwa indikator kelaikan berhaji tidak diukur dari angka usia, melainkan tingkat kebugaran klinis.

Lebih lanjut, dalam visitasinya, Dahnil juga memberikan penghormatan atas dedikasi luar biasa dari sekitar 1.600 dokter petugas haji yang dikerahkan pemerintah tahun ini.

Militansi para tenaga kesehatan ini telah mendapatkan pengakuan langsung dari otoritas Arab Saudi maupun dari jemaah itu sendiri.

Ia juga menginstruksikan seluruh barisan dokter untuk menghemat tenaga dan mematangkan strategi pelayanan jemput bola. Kerja keras mereka akan menjadi pertahanan terakhir negara untuk memastikan tidak terjadi lonjakan angka kematian saat jemaah melaksanakan wukuf di Arafah dan mabit di Mina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×