kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.598   45,00   0,26%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Oktober mendatang, jumlah penduduk dunia capai 7 miliar


Rabu, 13 Juli 2011 / 13:48 WIB
ILUSTRASI. Petugas keamanan melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (25/9/2020).


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can


JAKARTA. Perserikatan Bangsa Bangsa memperkirakan jumlah penduduk dunia akan mencapai 7 miliar pada Oktober mendatang. Indonesia akan menjadi penyumbang terbanyak keempat.

Kepala Perwakilan Kependudukan PBB Jose Ferraris menjelaskan, jumlah penduduk dunia yang membengkak hingga 7 miliar menjadi tantangan bagi isu kemiskinan, ketidaksetaraan, ketidaktersediaan pangan dan pengurasan sumber daya alam berlebihan.

"Makanya kami meluncurkan kampanye aksi 7 miliar yang tidak hanya menitiberatkan pada jumlah tetapi mengakui setiap orang bertanggungjawab berkontribusi agar dunia lebih baik," katanya, Rabu (13/7).

Acara peluncuran 7 miliar ini telah dibuka oleh Wakil Presiden Boediono. Aksi 7 miliar adalah sebuah kampanye yang bertujuan untuk memfokuskan pada kebutuhan guna meningkatkankualitas hidup bagi penduduk dunia, daripada untuk menihilkan jumlahnya.

Selama empat bulan kedepan, UNFPA akan menghubungkan 7 miliar populasi global kepada 7 isu utama yakni kemiskinan dan ketidakadilan, hak perempuan dan anak-anak perempuan, anak muda, hak dan kesehatan reproduksi, lingkungan, penuaan dan urbanisasi.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Nasional (BKKBN), Sugiri Syarief menjelaskan acara ini sebagai bentuk peringatan atas ledakan penduduk dunia yang akan mencapai 7 miliar. "Hadir di sini orang-orang yang peduli pada persoalan penduduk besar, dan dampak implikasinya," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×