kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Nunun tak mendukung pemberantasan korupsi


Rabu, 09 Mei 2012 / 14:19 WIB
ILUSTRASI. Promo J.CO periode 3-7 Mei 2021 menawarkan 1 boks J.Pops dan 1 liter J.Coffee seharga Rp 109.000. Dok: Instagram J.CO


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Test Test

JAKARTA. Vonis hukuman penjara selama dua tahun yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) terhadap Nunun Nurbaeti, didasarkan pada pertimbangan bahwa Nunun terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi, tidak mendukung program pemerintah yang bebas dari korupsi kolusi dan nepotisme (KKN).

Yang memberatkan, menurut majelis hakim, Nunun tidak mengaku bersalah dalam kasus suap cek perjalanan dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia 2004 (DGSBI 2004),

Sementara itu, pertimbangan yang meringankan istri mantan Wakapolri Adang Daradjatun tersebut adalah berlaku sopan selama jalannya persidangan. Terdakwa sebelumnya juga tidak pernah dihukum. "Terdakwa juga sudah berusia lanjut dan terdakwa mengalami gangguan kesehatan," tutur hakim anggota Sofialdi, dalam pembacaan putusan terdakwa Nunun di PN Tipikor, Rabu (9/5).

Selain hukuman penjara, Nunun juga harus membayar denda Rp 150 juta yang dapat diganti kurungan tiga bulan. "Menyatakan terdakwa Nunun Nurbaeti terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 5 Ayat 1 huruf b Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dalam dakwaan pertama," ujar Sudjatmiko di hadapan seluruh peserta sidang.

Putusan ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yang meminta Nunun dihukum empat tahun penjara ditambah denda Rp 200 juta subsider empat bulan kurungan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×