kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.678   51,00   0,29%
  • IDX 6.547   5,37   0,08%
  • KOMPAS100 868   9,35   1,09%
  • LQ45 660   10,74   1,65%
  • ISSI 225   -1,94   -0,86%
  • IDX30 367   5,99   1,66%
  • IDXHIDIV20 459   9,11   2,03%
  • IDX80 99   1,33   1,36%
  • IDXV30 126   0,97   0,78%
  • IDXQ30 118   2,49   2,15%

NU dukung eksekusi mati terpidana narkoba


Rabu, 24 Desember 2014 / 12:14 WIB
ILUSTRASI. Cara Mengatasi Registrasi Kartu Telkomsel yang Gagal dalam 2 Langkah


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mendukung pemerintah menolak grasi dan mengeksekusi mati terpidana kasus narkoba. Menurut Aqil, kejahatan pengedar dan produsen narkoba tidak dapat ditoleransi.

Said mengatakan, NU tegas mendukung pemerintah untuk mengeksekusi mati para pengedar dan produsen narkoba. Dukungan itu telah disampaikan kepada Presiden Jokowi saat bertemu pada hari ini, Rabu (24/12), di Gedung PBNU, Jakarta Pusat.

Pada hari ini, Presiden Jokowi bersilaturahim ke PBNU dalam rangka meminta pandangan terkait kebijakan eksekusi mati untuk pengedar dan produsen narkoba.

"Hukuman mati terhadap pengedar, apalagi produsen, kami dukung," kata Said Aqil.

Selain meminta pandangan terkait eksekusi mati, kata Said, Jokowi juga meminta pendapat PBNU mengenai penanganan radikalisme di Indonesia. Aqil menegaskan, PBNU mendukung sikap tegas pemerintah dalam penuntasan segala praktik radikalisme yang masih berkembang hingga saat ini.

"Kami anti-radikalisme, kelompok teroris dan radikal ekstrem, apalagi ISIS. Mereka bukan pejuang, melainkan petualang, bahaya. Jangan sampai ISIS dapat simpatisan di Indonesia," kata dia. (Indra Akuntono)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×