kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Neraca Perdagangan Indonesia Diproyeksi Tetap Surplus di Tengah Konflik Rusia-Ukraina


Minggu, 06 Maret 2022 / 17:44 WIB
ILUSTRASI. Truk peti kemas. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meski konflik antara Rusia dan Ukraina masih membara, ini diperkirakan akan membawa dampak terhadap neraca perdagangan Indonesia. 

Akan tetapi, kepala ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan, dampak ke neraca perdagangan ini datang dari peningkatan harga komoditas minyak dan gas (migas) maupun harga komoditas non migas. 

Seperti kita ketahui, harga minyak melonjak dan berada di level tertinggi untuk beberapa tahun di pekan ini karena invasi Rusia ke Ukraina. 

Mengutip dari Reuters, harga minyak mentah berjangka jenis Brent dengan kontrak pengiriman Mei 2022 pada Jumat (4/3) ditutup ke US$ 118,11 per barel atau melonjak 6,9%. Pun dengan harga minyak mentah berjangka jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman April 2022 ditutup pada US$ 115,68 per barel atau naik 7,4%. 

Baca Juga: BI: Penyaluran Kredit Perbankan Capai Rp 5.700,0 Triliun Hingga Januari 2022

Sedangkan harga komoditas non migas seperti batubara pada Sabtu (5/3) diperdagangkan pada level US$ 418,75 per metrik ton atau menguat 48,75 poin alias 13,18% dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya. 

Nah, dengan kondisi tersebut, Josua kemudian melihat dampak perang Rusia dan Ukraina kemudian tak akan mengusik potensi surplus neraca dagang dan pertumbuhan ekonomi dalam negeri. 

“Karena memang Indonesia net importir minyak, sehingga neraca dagang migas diperkirakan defisit. Namun, harga komoditas juga meroket sehingga neraca dagang non migas diperkirakan masih surplus dan ini akan menyeimbangkan,” tegas Josua kepada Kontan.co.id, Minggu (6/3). 

Akan tetapi, Josua menegaskan bahwa ini sesuai dengan pemantauannya akan kondisi yang berlangsung saat ini sehingga tetap perlu diperhatikan karena ada beberapa skenario yang bisa muncul. 




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×