kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45941,11   -24,03   -2.49%
  • EMAS929.000 -0,11%
  • RD.SAHAM 0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.15%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.20%

Neraca pembayaran Indonesia dan neraca transaksi berjalan kuartal III-2021 surplus


Jumat, 19 November 2021 / 10:22 WIB
Neraca pembayaran Indonesia dan neraca transaksi berjalan kuartal III-2021 surplus
ILUSTRASI. Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal III-2021 berbalik surplus. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/pd/17

Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal III-2021 berbalik surplus.

Bank Indonesia (BI) mencatat, surplus NPI pada kuartal III-2021 sebesar US$ 10,7 miliar, setelah mengalami defisit sebesar US$ 0,4 miliar pada kuartal II-2021. 

“Kinerja NPI tersebut ditopang oleh transaksi berjalan yang mencatat surplus, berbalik dari kuartal sebelumnya yang defisit, serta surplus transaksi modal dan finansial yang makin meningkat,” ujar Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangannya, Jumat (19/11). 

Erwin merinci, neraca transaksi berjalan pada kuartal III-2021 mencatat surplus US$ 4,5 miliar atau sebesar 1,5% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Padahal, pada kuartal II-2021, ini mencatat defsiit US$ 2,0 miliar atau 0,7% PDB. 

Kinerja positif ini didorong oleh surplus neraca barang yang jumbo, didukung peningkatan permintaan negara mitra dagang utama dan kenaikan harga komoditas yang menyundut kinerja ekspor barang. 

Selain itu, defisit neraca jasa tercatat lebih rendah, karena adanya perbaikan kinerja jasa transportasi didukung peningkatan penerimaan jasa freight sejalan peningkatan aktivitas ekspor. 

Baca Juga: Surplus neraca dagang dorong kemampuan bayar utang RI

Di sisi lain, defisit neraca pendapatan primer meningkat akibat kenaikan pembayaran imbal hasil investasi langsung yang dipengaruhi perbaikan kinerja korporasi berbasis sumber daya alam (SDA). 

Sementara itu, transaksi modal dan finansial pada kuartal III-2021 mengalami peningkatan keuntungan. Surplus transaksi modal dan finansial tercatat US$ 6,1 miliar atau setara 2,0% PDB, lebih tinggi dari capaian pada kuartal sebelumnya yang sebesar US$ 1,6 miliar atau 0,6% PDB. 

Surplus ini didorong oleh masih masuknya aliran masuk investasi langsung sebesar US$ 3,3 miliar. Pun, investasi lainnya mencatat surplus setelah mengalami defisit pada kuartal sebelumnya.

“Dan dipengaruhi oleh penurunan pembayaran neto pinjaman luar negeri, peningkatan penempatan simpanan asing di dalam negeri, setra tambahan alokasi Special Drawing Rights (SDR),” tambah Erwin. 

Sayangnya, aliran modal asing masuk ke investasi portofolio pada kuartal III-2021 mengalami penurunan. BI mencatat, net inflows pada investasi portofolio pada kuartal tersebut sebesar US$ 1,1 miliar atau menurun dari kuartal II-2021 yang sebesar US$ 4,0 miliar. 

Bank sentral bilang, berkurangnya aliran masuk modal asing tersebut seiring dengan ketidakpastian pasar keuangan global yang masih berlangsung. 

Dengan perkembangan tersebut, posisi cadangan devisa terpantau jumbo sebesar US$ 146,9 miliar atau lebih tinggi dari US$ 137,1 miliar pada akhir kuartal II-2021. 

Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 8,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional.

 

Selanjutnya: 4 Tanda-tanda hamil yang umum dialami banyak orang

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Tuntas Mendelegasikan Tugas Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale Batch 4

[X]
×