kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Neraca dagang September 2019 mengalami defisit, ini pendapat ekonom


Selasa, 15 Oktober 2019 / 19:09 WIB
ILUSTRASI. Lindungi Produsen Lokal —- Bongkar muat peti kemas di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (24/5). Kementerian Perdagangan akan menerapkan instrumen trade remedies untuk melindungi limpahan produk asing akibat perang dagang antara Amerika Serikat dan


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Neraca perdagangan mengalami defisit sebesar US$ 160 juta pada September 2019 dan ini masih disebabkan oleh penurunan kinerja ekspor dan adanya peningkatan impor.

Menurut Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual, defisit neraca perdagangan ini juga terkait dengan perkembangan global, terutama perang dagang antara China dan Amerika Serikat (AS).

Baca Juga: Pengembangan energi terbarukan dapat menjadi solusi defisit neraca dagang

Adanya perang dagang tersebut, menyebabkan adanya fluktuasi harga dan ketidakpastian kondisi global.

Melihat kondisi yang seperti ini, David menyarankan agar pemerintah mengambil langkah struktural untuk memperbaiki neraca perdagangan, terutama dari sisi impor energi dan juga verifikasi ekspor, dari sisi produk dan negara tujuan.

David melihat Indonesia saat ini masih terlalu fokus kepada negara-negara besar konvensional seperti Uni Eropa (UE), Amerika Serikat (AS), Jepang, China, dan India.

Padahal, masih ada negara non konvesional yang bisa menjadi potensi tujuan ekspor, seperti Amerika Latin, Asia Tengah, dan bahkan Afrika.

Baca Juga: BPS: Defisit neraca perdagangan disebabkan kinerja ekspor yang kurang ekspansif

"Negara-negara yang prospek pertumbuhannya besar dan negara yang memiliki jumlah penduduk yang besar. Contohnya mungkin Nigeria itu juga bisa," ujar David kepada Kontan.co.id, Selasa (15/10).




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×