kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.944   97,00   0,54%
  • IDX 6.028   -167,89   -2,71%
  • KOMPAS100 799   -25,80   -3,13%
  • LQ45 602   -17,15   -2,77%
  • ISSI 209   -5,73   -2,67%
  • IDX30 341   -8,18   -2,34%
  • IDXHIDIV20 421   -7,14   -1,67%
  • IDX80 91   -2,96   -3,16%
  • IDXV30 115   -2,21   -1,88%
  • IDXQ30 110   -2,21   -1,97%

Neraca dagang September 2019 mengalami defisit, ini pendapat ekonom


Selasa, 15 Oktober 2019 / 19:09 WIB
ILUSTRASI. Lindungi Produsen Lokal —- Bongkar muat peti kemas di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (24/5). Kementerian Perdagangan akan menerapkan instrumen trade remedies untuk melindungi limpahan produk asing akibat perang dagang antara Amerika Serikat dan


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

Selanjutnya, David juga mengimbau agar pemerintah bisa lebih produktif lagi, terutama dari sisi minyak dan gas (migas). Menurutnya, pemerintah harus bisa menaikkan produksi B20 menuju B30, B40, B50, dan seterusnya.

Hal ini juga dipandang bisa menyerap kelebihan produksi di sektor crude palm oil (CPO).

Baca Juga: Selepas tengah hari, rupiah di pasar spot makin melemah di hadapan dolar AS

Selain itu, pemerintah juga bisa untuk memperbaiki kilang minyak, karena biasanya impor migas ini disebabkan oleh kapasitas kilang minyak yang belum memadai. 

David pun juga memberi catatan bahwa naiknya impor Indonesia ini bukan sebagai sinyal ikut naiknya confidence untuk berinvestasi di Indonesia.

Namun, David melihat bahwa dengan adanya ketidakpastian yang mulai sirna, terutama dari sisi politik dan adanya kabinet baru, diharapkan adanya kestabilan dari sisi ekonomi dan nonekonomi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×