kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.128   3,00   0,02%
  • IDX 6.038   113,48   1,92%
  • KOMPAS100 788   17,25   2,24%
  • LQ45 602   13,12   2,23%
  • ISSI 207   3,32   1,63%
  • IDX30 341   7,10   2,13%
  • IDXHIDIV20 423   9,63   2,33%
  • IDX80 90   2,01   2,29%
  • IDXV30 114   2,10   1,87%
  • IDXQ30 109   1,94   1,81%

Negara bisa kacau jika 8 hakim MK dipecat


Kamis, 10 Oktober 2013 / 18:34 WIB
ILUSTRASI. Seorang pelancong dari Barcelona, ????yang transit di Bandara Changi pada 2 Juni 2022, dinyatakan positif cacar monyet. Cynthia S. Goldsmith, Russell Regnery/CDC/Handout via REUTERS 


Reporter: Ferry Hidayat |

JAKARTA. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD menilai semua hakim yang masih bertugas di Mahkamah konstitusi tak bisa dicopot seluruhnya. Pernyataan ini dilontarkan Mahfud untuk menanggapi saran bahwa delapan hakim konstitusi harus diberhentikan agar MK bisa berbenah.

"Kalau semua hakim dicopot, bagaimana dengan kasus-kasus yang tengah berjalan? negara bisa kacau kalau perkara yang sudah di meja MK tidak ada yang mengurus," tandasnnya di tengah diskusi di ruang wartawan DPR-RI (10/10).

Menurutnya, untuk kasus hakim MK yang tengah bermasalah, harus dilihat lewat kacamata kepentingan hukum, bukan kepentingan politik.

"Memang MK tengah bermasalah, tapi jangan kait-kaitkan putusan MK yang telah ditetapkan karena melihat kasus sekarang," imbuhnya.

"Di seluruh dunia, putusan dari lembaga konstitusi tidak bisa batal, karena putusannya sudah inkrah (berlaku tetap), putusan bersifat mengikat demi kepastian hukum" lanjutnya.

Alih-alih untuk mengganti delapan hakim, Mahfud lebih menyarankan supaya MK punya majelis pengawas hakim.

"Skema nya begini: harus ada lembaga yang sehari-hari mengawasi perilaku hakim. Nah kalau sekarang kan ad hoc," kata Mahfud.

Kecaman ke MK datang bertubi-tubi setelah pimpinannya Akil Mochtar ditetapkan sebagai tersangka kasus suap oleh KPK.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×