kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Napak Tilas Jejak Rasul, Jemaah Haji Indonesia Nikmati City Tour Spiritual di Madinah


Minggu, 03 Mei 2026 / 15:16 WIB
Napak Tilas Jejak Rasul, Jemaah Haji Indonesia Nikmati City Tour Spiritual di Madinah
ILUSTRASI. Napak Tilas Jejak Rasul, Jemaah Haji Indonesia Nikmati City Tour Spiritual Gratis di Madinah (KONTAN/Siti Masitoh)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pagi baru saja merekah di Kota Nabi ketika deretan bus mulai bersiap di halaman hotel-hotel tempat jemaah haji Indonesia menginap. Satu per satu jemaah melangkah naik dengan wajah berbinar. Ada yang menggenggam tas kecil berisi air minum, ada pula yang sibuk memastikan ponsel siap mengabadikan setiap momen.

Di tengah padatnya rangkaian persiapan ibadah haji, Kementerian Haji dan Umroh memfasilitasi city tour gratis bagi jemaah selama berada di Madinah. Program ini membawa para tamu Allah mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah seperti Masjid Quba, Masjid Qiblatain, hingga Jabal Uhud dalam perjalanan yang terkoordinasi resmi dan mengedepankan aspek keamanan.

Bagi banyak jemaah, city tour ini bukan sekadar agenda tambahan. Ia menjadi ruang untuk menautkan pengetahuan yang selama ini hanya didengar lewat ceramah dan buku sejarah dengan kenyataan yang kini hadir di depan mata.

Baca Juga: Danantara Pangkas BUMN Jadi 200–300 Entitas, Restrukturisasi Dikebut Tahun Ini

Kota Madinah memang tak pernah kehilangan caranya menyambut para tamu Allah. Setiap sudutnya menyimpan jejak perjalanan dakwah Rasulullah SAW, setiap hamparan batu dan bukitnya seperti menyimpan kisah tentang hijrah, perjuangan, dan pengorbanan.

Sepanjang perjalanan, pemandangan khas Madinah menghampar dari balik jendela bus. Bukit-bukit batu berwarna kecokelatan berdiri kokoh di kejauhan, sementara deretan pohon kurma seolah membingkai jalanan kota. Bagi sebagian jemaah, panorama itu menghadirkan sensasi yang sulit dilukiskan seperti sedang menembus lorong waktu menuju masa awal peradaban Islam.

Destinasi pertama yang dikunjungi adalah kebun kurma

Di lokasi ini, jemaah disambut aroma manis khas buah kurma yang memenuhi udara. Berbagai jenis kurma tersaji, mulai dari sukkari, safawi, hingga yang paling diburu: kurma ajwa.

Kurma berwarna hitam pekat itu bukan sekadar buah tangan khas Madinah. Ia memiliki nilai sejarah yang lekat dengan perjalanan Rasulullah SAW. Ajwa diyakini sebagai salah satu varietas kurma yang telah dibudidayakan sejak masa Nabi dan hingga kini tetap menjadi ikon kota suci tersebut.

Dengan teliti, para jemaah memilih satu per satu kemasan kurma yang akan dibawa pulang. Ada yang membeli untuk oleh-oleh keluarga, ada pula yang sengaja memborong lebih banyak untuk dibagikan kepada kerabat dan tetangga setibanya di Tanah Air.

Baca Juga: Permenaker Alih Daya Terbit, KSPI Soroti Potensi Pasal Karet dan Minim Perlindungan

Dini salah satu jemaah haji dari Tuban, Jawa Timur membeli kurma Ajwa. Ia membeli kurma jenis tersebut karena menjadi ciri khas kurma dari Madinah.

“Beli kurma 2 kilo, ini kurma khas Madinah untuk oleh-oleh keluarga,” kata Dini.

Perjalanan kemudian berlanjut menuju Masjid Quba

Bangunan megah berwarna putih itu berdiri sebagai saksi sejarah berdirinya masjid pertama dalam Islam. Di tempat inilah Rasulullah SAW memulai fondasi peradaban Islam saat hijrah dari Makkah ke Madinah.

Setibanya di sana, para jemaah bergegas mengambil wudhu dan menunaikan salat sunah dua rakaat. Banyak yang tampak khusyuk, larut dalam suasana spiritual yang begitu kuat.

Masjid Quba memiliki keistimewaan tersendiri. Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa siapa yang bersuci dari rumahnya lalu datang ke Masjid Quba dan salat di dalamnya, maka ia mendapatkan pahala seperti satu kali umrah.

Keutamaan itulah yang menjadikan Masjid Quba selalu menjadi destinasi istimewa bagi para jemaah. Bukan sekadar singgah, melainkan momentum meresapi makna perjuangan awal Islam yang dibangun di atas persaudaraan, ketakwaan, dan keteguhan hati.

Suharsono salah satu jemaah haji Indoensia menyebut, kunjungan ke Masjid Quba menjadi bagian dari rangkaian spiritual ke Tanah Suci.

Baca Juga: Prabowo Genjot Pembentukan 25.000 Kopdes dalam 3 Bulan, Begini Kata Ekonom

“Kita ziarah ke Masjid Quba, masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah. Salat sunah 2 rakaat disini pahalanya setara umroh, jadi menambah semangat kami ibadah disini,” jelasnya.

Dari sana, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Jabal Uhud.

Hamparan gunung batu sepanjang sekitar tujuh kilometer itu berdiri kokoh, seolah masih menyimpan gema peristiwa besar dalam sejarah Islam: Perang Uhud.

Di kaki gunung ini, para jemaah mendengarkan kembali kisah tentang ujian berat yang dihadapi kaum Muslimin, tentang pentingnya ketaatan, dan tentang pelajaran besar dari sebuah peristiwa yang mengajarkan keteguhan iman.

Sebagian jemaah memilih duduk sejenak, memandang bentangan Jabal Uhud dengan tatapan hening. Ada yang berdoa, ada pula yang larut dalam perenungan.

Bagi mereka, city tour ini bukan perjalanan wisata biasa. Ini adalah perjalanan menapaktilasi jejak Rasulullah SAW. Sebuah kesempatan untuk menyentuh langsung ruang-ruang sejarah yang selama ini hanya hadir dalam imajinasi.

Sebelum melanjutkan perjalanan menuju Makkah Al-Mukarramah untuk memasuki puncak ibadah haji, para jemaah diberi ruang untuk meresapi nilai-nilai spiritual dari setiap jejak yang tersimpan di Tanah Madinah.

Baca Juga: Kebijakan May Day, Kadin Nilai Bisa Dongkrak Ekonomi Asal Iklim Usaha Terjaga

Di kota inilah, mereka tak hanya mempersiapkan fisik untuk berhaji, tetapi juga meneguhkan hati membekali diri dengan pelajaran sejarah, keteladanan, dan semangat perjuangan yang diwariskan Rasulullah SAW.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×