kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.546.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 18.159   -7,00   -0,04%
  • IDX 5.057   -41,01   -0,80%
  • KOMPAS100 651   -4,49   -0,68%
  • LQ45 515   -0,12   -0,02%
  • ISSI 169   -2,02   -1,18%
  • IDX30 290   0,46   0,16%
  • IDXHIDIV20 392   3,47   0,89%
  • IDX80 75   -0,37   -0,49%
  • IDXV30 109   1,70   1,58%
  • IDXQ30 98   0,32   0,33%

Musim Kemarau Lebih Dini, BI Waspadai Inflasi Volatile Food Bertahan Meningkat


Selasa, 17 Maret 2026 / 16:07 WIB
Musim Kemarau Lebih Dini, BI Waspadai Inflasi Volatile Food Bertahan Meningkat
ILUSTRASI. Pedagang kebutuhan pangan menata cabai merah rawit (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mewaspadai inflasi volatile food yang diperkirakan bertahan meningkat ke depan.

Sebagaimana diketahui, inflasi ini berasal dari kelompok bahan makanan dengan harga yang bergejolak, sering kali dipengaruhi oleh kejutan pasokan (supply shocks) seperti gangguan cuaca, musim panen, atau kelangkaan distribusi.

Deputi Gubernur BI Aida S Budiman menyampaikan, meningkatnya inflasi volatile food tersebut perlu menjadi perhatian.

Baca Juga: Bank Indonesia (BI) Targetkan Inflasi Volatile Food Tetap di Bawah 5% pada 2026

“Ada satu hal lagi yang perlu mendapatkan perhatian yaitu di volatile food ataupun harga dari barang-barang yang bergejolak,” tutur Aida dalam konferensi pers, Selasa (17/3/2026).

Ia memperkirakan, inflasi volatile food ini kemungkinan meningkat sejalan dengan data BMKG yang menyatakan adanya kemungkinan musim kemarau yang lebih kering dan datangnya lebih dini.

“Jadi ini perlu kita perhatikan khususnya nanti untuk komoditas hortikultura seperti cabai-cabaian kemudian jagung maupun beras,” ungkapnya.

Baca Juga: BI: Inflasi Volatile Food Meningkat Imbas Kenaikan Harga Pangan dan Pupuk Global

Untuk diketahui, pada Februari 2026, inflasi volatile food tercatat sebesar 2,5% secara bulanan month to month (mtm) dan 4,64% year on year (yoy). Inflasi kelompok ini meningkat akibat kenaikan harga pangan dan pupuk global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×