kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Muhaimin Minta Dapur MBG Penyebab Keracunan Berhenti Beroperasi


Minggu, 28 September 2025 / 11:45 WIB
Muhaimin Minta Dapur MBG Penyebab Keracunan Berhenti Beroperasi
ILUSTRASI. Muhaimin Iskandar meminta pengelola program MBG menghentikan kerja sama dengan dapur umum yang terbukti menyebabkan siswa keracunan. Tribunnews/Jeprima


Sumber: Kompas.com | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar meminta pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) menghentikan kerja sama dengan dapur umum yang terbukti menyebabkan siswa keracunan.

“Yang salah dalam penerapan harus dihentikan, untuk dievaluasi,” ujar Muhaimin usai mengikuti kegiatan Ijtima di Pesantren Al-Fatah Temboro, Magetan, Jawa Timur, Sabtu (27/9/2025) malam.

Ketua Umum PKB itu menyebut MBG merupakan program mulia pemerintah di era Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan gizi masyarakat, meski masih ada kekurangan yang harus dibenahi.

“MBG ini rakyat yang paling membutuhkan gizi, harus mendapatkan gizi. Pemerintah baru bisa memberi makan satu kali sehari, tapi terus kita upayakan,” imbuhnya.

Baca Juga: Program MBG: Janji Makan Bergizi, Keracunan Reality

Di hadapan ribuan jamaah, Muhaimin juga memaparkan data kemiskinan nasional.

Ia menyebut masih ada sekitar 3 juta warga dalam kategori miskin ekstrem, serta 27 juta dalam kategori miskin umum.

Pemerintah, lanjutnya, telah mengalokasikan anggaran hingga Rp500 triliun per tahun untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Tigapuluh juta rakyat kita masih amat sangat miskin. Ada anggaran dari pemerintah itu Rp 500 triliun per tahun, tugas saya mengamati dan mendorong agar tepat sasaran dan mewujudkan pemberdayaan,” ucapnya.

Baca Juga: Banyak Kasus Keracunan Menu MBG, Prabowo Segera Panggil Kepala BGN

Muhaimin juga meminta maaf karena selama 10 tahun menjadi anggota DPR RI pemerintah dinilai kurang hadir dalam membantu petani, khususnya soal pupuk bersubsidi.

“10 tahun saya berjuang di parlemen, saya minta maaf belum ada hasil yang memadai. Ini Pak Prabowo turun tangan dan sudah mulai ada tanda-tanda baik. Pak Prabowo bertekad pupuk selalu tersedia untuk petani. Itu komitmen agar negara hadir langsung, tidak lagi bergantung pada mekanisme pasar,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×