Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perputaran uang selama momen mudik Lebaran 2026 diproyeksi mencapai Rp 135 triliun. Angka ini setara dengan 0,56% dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026.
Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin menilai, meskipun jumlah pemudik mengalami penurunan dibandingkan tahun 2025, Lebaran tahun ini tetap menjadi momentum krusial bagi pertumbuhan ekonomi. Ia optimis target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5% pada periode Januari-Maret 2026 dapat terealisasi.
“Dampak nataru yang masih terasa di awal kuartal I dan Lebaran di akhir kuartal I, dan belanja pemerintah yang digeber sejak awal tahun akan membuat target pertumbuhan kuartal I sebesar 5,5% akan tercapai,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (24/3/2026).
Baca Juga: Mudik Lebaran 2026, Konsumsi Rumah Tangga hingga Ekonomi Kuartal I Ikut Terdorong
Wijayanto merinci, adanya kombinasi penurunan jumlah pemudik sekitar 2% hingga 5% serta tren masyarakat yang cenderung berhemat membuat dampak ekonomi Lebaran kali ini sedikit lebih rendah dibanding tahun lalu.
“Perkiraan saya akan ada pembelanjaan sekitar Rp 135 triliun dari para pemudik, ini setara dengan 0,56% PDB,” jelasnya.
Di sisi lain, ia memberikan catatan kritis terkait daya beli masyarakat yang masih tertekan. Hal ini terlihat dari kecenderungan masyarakat untuk menabung pendapatan ketimbang membelanjakannya, merujuk pada survei Bank Indonesia (BI) akibat ketidakyakinan masyarakat terhadap prospek pendapatan mereka di masa mendatang.
“Tetapi penurunan jumlah pemudik dan trend masyarakat menabung pendapatan bukan membelanjakannya (survei BI) akibat ketidakyakinan dgn prospek pendapatan mereka dimasa mendatang, perlu menjadi peringatan bagi pemerintah bahwa daya beli masyarakat masih tertekan,” tegasnya.
Adapun untuk penopang pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2026, Wijayanto memprediksi empat sektor utama masih akan menjadi andalan.
“Andalan pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 masih berkisar pada transportasi, jasa keuangan, perdagangan dan pertanian," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













