kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

MRT tunjuk mantan pejabat KPK sebagai Komisaris


Kamis, 25 April 2013 / 20:09 WIB
ILUSTRASI. Proyeksi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)


Reporter: Fahriyadi | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta hari ini (25/4) menetapkan komisaris baru dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar Kamis (25/4). Direktur Utama PT MRT Jakarta, Dono Boestami mengatakan, pemegang saham telah menunjuk Erry Riyana Hardhopamekas sebagai Komisaris Utama.

Bukan hanya itu, mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi itu juga akan menjabat sebagai Komisaris Independen.

"Soal kenapa (Pak Erry yang dipilih) itu sebenernya karena yang angkat kan dari pemegang saham. Tapi karena ini proyek, maka pengalaman beliau dibutuhkan. Jadi, kami harapkan proyek bisa jadi lebih lancar," ujarnya.

Ia mengakui, mungkin saja pemegang saham mayoritas berpikir bahwa pengalaman sebagai Wakil Ketua KPK bisa bermanfaat dalam proyek ini. Selain itu, lanjut Dono, kebetulan pula semua pihak di pemegang saham juga sudah kenal baik dengan Erry.

Selain Erry, Dewan komisaris PT MRT juga diisi beberapa nama seperti  Sarwo Handayani (Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Pemprov DKI Jakarta, Tundjung Inderawan (Dirjen Perkeretaan Kementerian Perhubungan).

Selain ketiga nama itu, adapula nama lain seperti Hendrawan, Adriansyah, dan F. Krisbiantara yang juga duduk sebagai Komisaris.

Namun, Dono menyatakan nama-nama Komisaris baru sah menjabat jika disetujui Menteri Keuangan nantinya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×