Reporter: Havid Vebri | Editor: Havid Vebri
Untuk menjaga kecukupan pasokan di tengah potensi lonjakan konsumsi, AFT Lombok melakukan monitoring kebutuhan avtur secara harian.
Salah satu indikator utama yang dipantau adalah realisasi penjualan avtur. Selain itu, informasi mengenai extra flight juga menjadi dasar untuk menghitung proyeksi kebutuhan bahan bakar.
AFT memantau jumlah penerbangan tambahan, maskapai yang mengoperasikan penerbangan serta rute yang diajukan. Dari informasi tersebut, kebutuhan avtur dapat diperkirakan berdasarkan jarak dan rute penerbangan.
"Untuk monitoring harian lihat dari sales harian kita. Kita juga melihat informasi extra flight yang masuk, ke mana rutenya. Dari sana kita bisa memprediksi berapa kebutuhan bahan bakarnya dengan rute yang telah diajukan," terang Ilham.
Dengan stok yang tersedia dan dukungan pasokan dari sejumlah titik, AFT Lombok menilai kenaikan konsumsi selama MotoGP masih dapat diantisipasi.
"Kalau ada peningkatan masih sangat cukup kalau ada lonjakan konsumsi," tegasnya.
Saat ini, operasional AFT Bandara Internasional Lombok didukung empat vertical tank, tiga horizontal tank dan tujuh refueller atau mobil tangki pengisi bahan bakar pesawat.
Total terdapat 47 personel yang mendukung kegiatan operasional AFT di Bandara Internasional Lombok.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














