kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   -15.000   -0,58%
  • USD/IDR 17.933   47,00   0,26%
  • IDX 6.031   -115,44   -1,88%
  • KOMPAS100 775   -16,68   -2,11%
  • LQ45 594   -12,08   -1,99%
  • ISSI 211   -3,62   -1,69%
  • IDX30 330   -5,56   -1,66%
  • IDXHIDIV20 422   -7,90   -1,84%
  • IDX80 89   -1,90   -2,10%
  • IDXV30 116   -1,38   -1,18%
  • IDXQ30 108   -1,77   -1,61%

Survei BI: Pendapatan Kelas Menengah untuk Konsumsi Meningkat, Porsi Tabungan Turun


Kamis, 08 Oktober 2026 / 15:40 WIB
Survei BI: Pendapatan Kelas Menengah untuk Konsumsi Meningkat, Porsi Tabungan Turun
ILUSTRASI. Porsi pendapatan masyarakat terutama kelas menengah yang digunakan untuk konsumsi terus meningkat pada September 2026. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Porsi pendapatan masyarakat terutama kelas menengah yang digunakan untuk konsumsi terus meningkat pada September 2026. Sebaliknya, porsi pendapatan yang disisihkan untuk tabungan dan cicilan kembali menurun pada sebagian besar kelompok pengeluaran.

Berdasarkan hasil Survei Konsumen Bank Indonesia (BI), rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi atau average propensity to consume ratio pada September 2026 tercatat sebesar 74,9%.

Angka tersebut meningkat dibandingkan Agustus 2026 yang sebesar 74,2%. Bahkan, dalam dua bulan terakhir, porsi konsumsi menunjukkan tren peningkatan.

Baca Juga: Survei BI September 2026: Ekspektasi Kegiatan Usaha Ke Depan Masih Melemah

Pada Juli 2026, proporsi konsumsi tercatat sebesar 72,7% dan kemudian naik menjadi 74,2% pada Agustus, sebelum kembali meningkat menjadi 74,9% pada September.

Sementara itu, proporsi pendapatan yang digunakan untuk pembayaran cicilan atau utang (debt installment to income ratio) pada September 2026 tercatat sebesar 9,7%.

Angka tersebut relatif stabil meski cenderung menurun dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 10,0%. Pada Juli 2026, proporsi pembayaran cicilan atau utang masih mencapai 10,5%.

Di sisi lain, proporsi pendapatan konsumen yang disimpan atau saving to income ratio tercatat sebesar 15,4% pada September 2026.

Angka ini kembali turun dibandingkan Agustus 2026 yang sebesar 15,8%. Pada Juli 2026, proporsi pendapatan yang disimpan bahkan masih berada di level 16,8%.

Dengan demikian, dalam dua bulan terakhir terlihat kecenderungan masyarakat mengalokasikan porsi pendapatan yang lebih besar untuk konsumsi, sementara porsi yang disisihkan untuk tabungan dan juga bayar cicilan semakin mengecil.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, proporsi konsumsi terhadap pendapatan terindikasi meningkat pada seluruh kelompok pengeluaran, kecuali kelompok Rp 1 juta sampai Rp 2 juta yang mengalami sedikit penurunan menjadi 77,2%.

Baca Juga: Survei BI: Persepsi Konsumen Atas Ekonomi Melemah, Penghasilan & Lapangan Kerja Turun

Sementara itu, porsi pendapatan yang ditabung mengalami penurunan pada sebagian besar kelompok pengeluaran.

Perkembangan tersebut menunjukkan perubahan pola alokasi pendapatan konsumen. Artinya, ketika porsi konsumsi meningkat dan porsi tabungan menurun, ruang pendapatan yang disisihkan masyarakat untuk menghadapi kebutuhan di masa mendatang juga cenderung lebih kecil.

Kondisi ini terjadi terutama karena peningkatan konsumsi berlangsung bersamaan dengan penurunan proporsi pendapatan yang ditabung dan pembayaran untuk dalam beberapa bulan terakhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×