kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.598.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.767   74,00   0,42%
  • IDX 6.472   34,94   0,54%
  • KOMPAS100 854   3,84   0,45%
  • LQ45 650   2,67   0,41%
  • ISSI 224   1,43   0,64%
  • IDX30 361   1,91   0,53%
  • IDXHIDIV20 451   3,16   0,71%
  • IDX80 97   0,42   0,44%
  • IDXV30 124   0,56   0,45%
  • IDXQ30 116   0,68   0,59%

MotoGP Mandalika 2026 Bisa Jadi Mesin Baru Ekonomi dan Pariwisata NTB


Kamis, 17 September 2026 / 12:27 WIB
MotoGP Mandalika 2026 Bisa Jadi Mesin Baru Ekonomi dan Pariwisata NTB
ILUSTRASI. Pertamina Dukung UMKM Go Global Lewat Ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia (Dok/Pertamina)


Reporter: Havid Vebri | Editor: Havid Vebri

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), bukan sekadar ajang balap motor kelas dunia.

Konsistensi dukungan Pertamina terhadap event tersebut dinilai dapat menjadi pintu masuk untuk memperkuat ekosistem usaha, membuka lapangan kerja, sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata daerah.

Dukungan Pertamina sebagai badan usaha milik negara (BUMN) dinilai memiliki peran strategis untuk memastikan manfaat Indonesian GP tidak berhenti selama race week berlangsung.

Dampak ekonomi dari gelaran tersebut dapat diperluas dengan menghubungkan ajang internasional itu dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sektor pariwisata, tenaga kerja, hingga rantai pasok lokal.

Peneliti Pusat Riset Ekonomi Makro dan Keuangan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Anggi Putri Kurniadi, mengatakan penyelenggaraan event berskala internasional seperti MotoGP perlu diikuti dengan program yang memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

"Dukungan semacam ini idealnya jangan berhenti pada sponsorship, tetapi berlanjut melalui program yang menghubungkan event dengan UMKM, pariwisata, tenaga kerja, dan rantai pasok lokal sepanjang tahun," kata Anggi, Kamis (17/9).

Menurut Anggi, MotoGP seharusnya tidak hanya ditempatkan sebagai agenda olahraga internasional. Dengan mobilitas wisatawan, belanja, investasi, dan aktivitas usaha yang muncul selama penyelenggaraan, event tersebut memiliki potensi menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah.

"Besarnya mobilitas wisatawan, belanja, investasi, serta aktivitas usaha yang tercipta selama penyelenggaraan memiliki potensi menghasilkan multiplier effect yang jauh lebih besar apabila keterkaitannya dengan perekonomian lokal dibangun secara sistematis," ujarnya.

Baca Juga: MotoGP Mandalika 2026 Digelar Oktober, Pemerintah Bidik Efek Ekonomi Lebih Besar

Jangan Berhenti Saat Balapan Usai

Tantangan berikutnya adalah memastikan dampak ekonomi tersebut tidak ikut berakhir ketika balapan selesai.

Anggi menilai pengembangan Indonesian GP perlu diarahkan untuk membentuk economic legacy, yakni manfaat ekonomi yang tetap berjalan setelah penyelenggaraan event berakhir.

Economic legacy tersebut dapat dibangun melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha, penciptaan lapangan kerja, pengembangan rantai pasok lokal, hingga peningkatan daya saing destinasi wisata.

Karena itu, keberhasilan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 tidak cukup hanya dilihat dari jumlah penonton, wisatawan yang datang, atau nilai transaksi selama race week.

Indikator lainnya adalah seberapa besar manfaat yang diterima pelaku usaha lokal, berapa banyak lapangan kerja yang tercipta, serta apakah kapasitas produksi dan aktivitas ekonomi masyarakat meningkat setelah event berakhir.

"Pelajaran yang relevan bagi Mandalika adalah pentingnya membangun local economic linkage, sehingga setiap penyelenggaraan MotoGP secara bertahap meninggalkan peningkatan kapasitas ekonomi yang tetap hidup setelah event berakhir," ujar Anggi.

Dari sisi pariwisata, keberadaan Pertamina Mandalika International Circuit juga dinilai memiliki peluang untuk menjadi pengungkit kunjungan wisata di luar periode penyelenggaraan MotoGP.

Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, mengatakan pengembangan Mandalika perlu diarahkan sebagai kawasan wisata yang mampu menarik masyarakat sepanjang tahun, bukan hanya ketika ajang balap internasional digelar.

Menurut Fahmy, branding Pertamina Mandalika International Circuit juga perlu diperluas. Sirkuit dan kawasan di sekitarnya tidak cukup hanya dikenal sebagai lokasi balapan, tetapi juga sebagai destinasi wisata dengan beragam daya tarik.

"Mandalika itu bukan hanya untuk balapan, tetapi perlu dikembangkan juga areanya untuk turis. Branding-nya bukan hanya untuk balapan, tapi juga dikembangkan supaya masyarakat sekitar terampil mengelola pariwisata dan UMKM setelah balapan selesai," kata Fahmy, Kamis (17/9).

Ia menilai penguatan kawasan wisata harus berjalan beriringan dengan pembangunan sarana dan prasarana serta ekosistem pendukung. Dengan begitu, wisatawan yang datang menyaksikan Indonesian GP memiliki lebih banyak pilihan aktivitas dan berpotensi memperpanjang masa tinggal di Mandalika maupun wilayah sekitarnya.

"Jadi kawasan wisata tadi perlu dibangun, yang bisa mendukung kawasan wisata tadi," ujarnya.

Potensi tersebut tercermin dari penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025.

Berdasarkan data Mandalika Grand Prix Association (MGPA), jumlah penonton Indonesian GP 2025 mencapai 140.324 orang. Angka tersebut meningkat 15,73% dibandingkan dengan 2024 yang mencatat 121.252 penonton.

Tak hanya dari sisi jumlah penonton, dampak ekonominya juga tercatat cukup besar.

InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mencatat dampak ekonomi nasional dari penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 mencapai Rp4,96 triliun. Angka tersebut berdasarkan studi Lembaga Teknologi Manajemen Industri Institut Teknologi Bandung (LETMI ITB).

Data tersebut menunjukkan bahwa Indonesian GP memiliki potensi ekonomi yang melampaui arena balap. Kehadiran ribuan penonton dan wisatawan dapat menggerakkan sektor akomodasi, transportasi, kuliner, perdagangan, hingga berbagai usaha lokal di sekitar Mandalika.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×