kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45991,58   -19,63   -1.94%
  • EMAS961.000 -0,21%
  • RD.SAHAM -1.52%
  • RD.CAMPURAN -0.63%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Moncer, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sudah 88,7% dari target 2020


Selasa, 20 Oktober 2020 / 13:03 WIB
Moncer, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sudah 88,7% dari target 2020
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rapor penerimaan negara bukan pajak (PNBP) masih cukup menggembirakan. Buktinya, hingga akhir September 2020, realisasi PNBP sudah mencapai 88,7% dari target di tahun 2020 ini.

Laporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencatat, realisasi PNBP sampai akhir September 2020 sudah mencapai Rp 260,9 triliun. 

Artinya, di sisa tiga bulan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) hanya tinggal mencari PNBP sebesar Rp 33,2 triliun agar bisa mencapai target yang ditetapkan di Rp 294,1 triliun.

Baca Juga: Ditjen Pajak musti kejar penerimaan hingga Rp 448,2 triliun dalam tiga bulan

Secara rinci, untuk PNBP dari sumber daya alam (SDA) sudah mencapai 92,1% dari target dengan posisi SDA minyak dan gas alam (migas) sudah 100% dan non-migas 75%. Kemudian, pendapatan kekayaan negara dipisahkan (KND) mencapai 99,4%.

Lalu, PNBP lainnya sepanjang Januari-September 2020 sudah 75,5%. Terakhir, pendapatan Badan Layanan Umum (BLU) yang sudah nyaris sampai target atau sekitar 94,6%.

Pencapaian gemilang itu, memosisikan PNBP lebih baik dibandingkan pos penerimaan negara lainnya yang masih jauh dari target yang berada di level 60%. 

Adapun, sampai akhir September 2020, penerimaan pajak baru 62,61% dari target. Sedangkan penerimaan bea dan cukai baru 68,95% dari outlook akhir tahun ini. 

Kendati demikian, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan secara tahunan realisasi PNBP sebetulnya mencatatkan kontraksi hingga 13,6% di posisi realisasi sampai akhir September.

Hanya saja, sebagaimana dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2020 yang merupakan aturan pelaksana Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang, pemerintah menurunkan target penerimaan negara termasuk PNBP menjadi lebih realistis akibat dampak pandemi Covid-19.

Di sisi lain, Menkeu menyebut, kinerja positif pendapatan BLU bisa menjadi penopang PNBP sampai dengan akhir tahun. Terutama penerimaan dari pendapatan Dana Perkebunan Kelapa Sawit (DPKS), pendapatan jasa layanan pendidikan, dan pengelolaan Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN). 

Baca Juga: Setahun Jokowi-Ma'ruf Amin: APBN tersandera wabah corona

Direktur PNBP Sumber Daya Alam (SDA) dan Kekayaan Negara Dipisahkan (KND) Kemenkeu Kurnia Chairi bilang, pihaknya optimistis bisa mencapai target, tidak terkecuali untuk penerimaan SDA non-migas. 

“Sementara masih sesuai dengan Perpres 72/2020, kami monitor terus,” kata Kurnia kepada Kontan.co.id, Selasa (20/10).

 

Selanjutnya: Sri Mulyani: Realisasi PNBP tertekan penurunan harga serta volume migas dan batubara

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Sukses Berkomunikasi dengan Berbagai Gaya Kepribadian Managing Procurement Economies of Scale Batch 7

[X]
×