kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.889   -11,00   -0,07%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Monas, paling rawan pencurian dengan kekerasan


Selasa, 30 Desember 2014 / 16:13 WIB
Monas, paling rawan pencurian dengan kekerasan
ILUSTRASI. Logam mulia emas Antam di Jakarta. KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kepolisian Daerah Metro Jaya memetakan wilayah rawan kejahatan pencurian dengan kekerasan (curas) sepanjang 2014. Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mencatat wilayah paling rawan, yaitu di Jakarta Pusat.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Heru Pranoto mengatakan umumnya kasus curas terjadi di wilayah yang luas. Pada 2014, terjadi 904 kasus. Jumlah ini mengalami penurunan 9,96 persen dibandingkan tahun lalu.

“Berdasarkan data dan pelaporan, ranking pertama itu di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara,” kata Komisaris Besar Polisi Heru Pranoto di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (30/12/2014).

Dia menjelaskan di wilayah Jakarta Pusat titik kerawanan kejahatan curas berada di daerah Monas, Tanah Abang, Stadion Utama Gelora Bung Karno, Pasar Senen, Gunung Sahari, Tanah Tinggi, dan Kramat Pulo.

“Sedangkan di wilayah Jakarta Timur, penyebaran lokasi rawan berada di Cipayung, Cibubur, Cipinang, Kampung Rambutan dan Rawamangun. Sedangkan di Jakarta Utara itu ada di Penjaringan, Cilincing, Gunung Sahari, dan Plumpang,” ujarnya. (Glery Lazuardi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×