kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.952   -242,96   -3,92%
  • KOMPAS100 788   -36,02   -4,37%
  • LQ45 592   -26,98   -4,36%
  • ISSI 206   -8,59   -4,00%
  • IDX30 336   -13,79   -3,94%
  • IDXHIDIV20 414   -13,73   -3,21%
  • IDX80 89   -4,49   -4,80%
  • IDXV30 114   -3,98   -3,39%
  • IDXQ30 109   -3,82   -3,40%

Minat investasi China ke Indonesia masih rendah


Rabu, 27 Januari 2016 / 15:15 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, minat investasi China ke Indonesia masih cenderung rendah.

Meski hubungan antara Indonesia dan China cukup erat, namun lebih didominasi sektor perdagangan melalui kegiatan ekspor dan impor. 

Namun begitu, Bambang menjelaskan, perekonomian China saat ini telah mengalami perubahan. Kebutuhan China bukan lagi berupa produk-produk dari negara lain. 

China kini sedang berusaha menawarkan investasi mereka ke banyak negara.

"China sudah menawarkan investasi mereka. Strategi kita harus bergeser dari trading ke investasi. Bagaimana kita menarik foreign direct investment dari Tiongkok," kata Bambang dalam acara Mandiri Investment Forum, Rabu (27/1).

Bambang menuturkan, saat ini Indonesia memiliki tantangan menarik potensi investasi dari China untuk ditanam ke Indonesia.

Selain itu, Indonesia juga harus membuat komitmen investasi dari China menjadi terealisasi. Pasalnya, dalam catatan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), rasio data realisasi investasi China sangat kecil dibanding komitmen mereka.

"Jadi ada banyak komitmen tetapi sedikit realisasi. Tiongkok jauh di bawah. Dari 100 komitmen, hanya 10 yang terealisasi," terang Bambang. (Sakina Rakhma Diah Setiawan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×