kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Menteri Rini bantah menjelek-jelekan Jokowi


Senin, 29 Juni 2015 / 19:12 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M Soemarno membantah bahwa dirinya telah menjelekkan Presiden Joko Widodo. Informasi soal adanya pernyataan menteri yang mengerdilkan Jokowi itu sebelumnya dilontarkan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

"Coba ya, kalau saya sebagai pembantu Presiden, ya tentunya saya menghormati Bapak Presiden," kata Rini di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (29/6).

Rini juga menepis pernyataan anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu, yang menyebutkan bahwa yang menghina Presiden Jokowi adalah menteri perempuan di bidang ekonomi. Menurut Rini, pernyataan Masinton hanya pernyataan sepihak yang tidak diikuti dengan bukti. 

"Coba tanya ke dia dari mana dasarnya, datanya dari mana? Tanya mereka yang bicara, jangan ke saya," ujarnya.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengungkapkan sinyalemen ketidakkompakan di internal Kabinet Kerja, khususnya di antara para menteri. Menurut dia, ada yang mengecilkan Presiden Joko Widodo dan tidak berterima kasih telah diberikan jabatan. 

"(Ada) orang yang suka mengecilkan Presiden-nya dari belakang layar, tidak berterima kasih sudah diberi jabatan sebagai pembantu raja (Presiden)," kata Tjahjo melalui pesan singkat, seperti dikutip Antara, Minggu (28/6) malam.

Tjahjo mengaku telah mencatat siapa menteri yang bertentangan dengan Jokowi. Namun, dia enggan menyebutkan nama-nama tersebut. Dia memperingatkan para menteri Kabinet Kerja untuk menanggalkan kemasan partai dan golongan profesionalnya serta lebih fokus pada program kerja pemerintah. (Indra Akuntono)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×