kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Menteri Komunikasi dan Informatika mengaku belum terima rekomendasi BRTI


Selasa, 13 Desember 2011 / 15:23 WIB
ILUSTRASI. Setelah Twitter dan Facebook, kini Donald Trump juga telah dilarang mengunggah konten di Youtube.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring mengaku belum menerima rekomendasi penghentian layanan Blackberry Internet Service (BIS) dari Badan Regulatsi Telekomunikasi Indonesia (BRTI). Dia mengaku belum menerima surat BRTI.

"Tidak ada rekomendasi hal itu. Belum menerima semacam rekomendasi. Belum ada suratnya," katanya di kantor Presiden, Selasa (13/12).

Kemarin (12/12), BRTI merekomendasikan kepada pemerintah untuk menyetop layanan BIS. Produsen ponsel itu, Research In Motion (RIM) dianggap tidak memenuhi aturan penyediaan layanan internet di Indonesia. Alhasil, BRTI menuding RIM telah aturan Keputusan Menteri (Kepmen) Perhubungan No 21 tahun 2001 tentang Jasa Telekomunikasi.

BRTI kecewa karena RIM membangun Regional Network Agregator (RNA) di Singapura dan bukan di Indonesia. Mengenai masalah ini, Tifatul menilai pembangunan RNA itu adalah urusan RIM. "Kalau kita mau RIM mau bangun disini ya lobi. Itu Badan Koordinasi Penanaman Modal, silahkan," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×