kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.612.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 17.983   12,00   0,07%
  • IDX 6.196   -118,88   -1,88%
  • KOMPAS100 811   -18,90   -2,28%
  • LQ45 615   -12,33   -1,97%
  • ISSI 214   -4,08   -1,87%
  • IDX30 346   -6,54   -1,86%
  • IDXHIDIV20 428   -6,37   -1,47%
  • IDX80 93   -2,15   -2,27%
  • IDXV30 117   -1,73   -1,46%
  • IDXQ30 111   -1,86   -1,65%

Menteri keuangan tolak permintaan Jokowi


Senin, 03 Desember 2012 / 13:25 WIB
ILUSTRASI. Makanan tinggi lemak, gula, ataupun garam yang tak ramah jantung dapat memperburuk risiko penyakit jantung.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can


JAKARTA. Pemerintah pusat tak bisa memenuhi permintaan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) soal pembagian beban pengembalian utang kepada Japan International Cooperation Agency untuk pembangunan mass rapid transit (MRT). Menteri Keuangan Agus Martowardojo beralasan, beban pemerintah sudah sangat besar dalam proyek itu.

Asal tahu saja, pemerintah pusat menanggung 58% biaya proyek tersebut. Sementera sisanya, sebesar 42% ditanggung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Agus menyatakan, pemerintah menanggung sepenuhnya pinjaman sebesar 58% itu. Dengan alasan ini, dia mengatakan tak bisa lagi membantu Pemerintah Provinsi DKI. "Jadi bentuk dukungan pemerintah pusat sudah besar," tandasnya, Senin (3/12).

Sebagai informasi, Jokowi tengah berusaha bernegoisasi dengan Agus Martowardojo perihal beban pinjaman pembangunan proyek ini. Dia berharap porsi beban yang ditanggung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bisa lebih ringan.

Sebelumnya, mantan Dirut Bank Mandiri itu juga menolak usulan Joko Widodo yang meminta pemerintah pusat untuk mensubsidi harga tiket MRT dengan cara menanggung 70% beban pinjaman Pemda DKI Jakarta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×