kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Menteri: Kenaikan UMP tidak berpengaruh bagi UMKM


Rabu, 28 November 2012 / 15:25 WIB
ILUSTRASI. Bless Acne Liquid Foundation


Reporter: Farrel Dewantara | Editor: Edy Can

JAKARTA. Menteri Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Syarief Hasan menyatakan, kenaikan upah minimum provinsi tidak terlalu berpengaruh bagi usaha usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Dia beralasan, pengelolaan usaha UMKM biasanya bersifat kekeluargaan.

Selain itu, Syarief mengatakan, skalanya juga tidak terlalu besar. "Kalau ada 3-4 orang pelaku usahanya biasanya itu lebih mudah kompromi," jelas Syarief, Rabu (28/11).

Namun, Syarief mengaku tetap ada UMKM yang terkena dampak. Cuma, dia menilai pengaruh tidak besar karena bisa diatasi secara kekeluargaan.

Asal tahu saja, penetapan UMP 2013 ditolak oleh sejumlah pengusaha. Di Jakarta, pengusaha menilai kenaikan UMP sebesar 40% dianggap terlalu memberatkan. Para pengusaha menilai besaran UMP itu akan menimbulkan banyak pengangguran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×