kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.796.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.358   4,00   0,02%
  • IDX 6.957   -144,42   -2,03%
  • KOMPAS100 936   -21,42   -2,24%
  • LQ45 669   -14,80   -2,16%
  • ISSI 251   -4,43   -1,74%
  • IDX30 373   -6,79   -1,79%
  • IDXHIDIV20 458   -7,34   -1,58%
  • IDX80 105   -2,51   -2,34%
  • IDXV30 134   -2,24   -1,64%
  • IDXQ30 119   -2,51   -2,07%

Menteri: Kenaikan UMP tidak berpengaruh bagi UMKM


Rabu, 28 November 2012 / 15:25 WIB
ILUSTRASI. Bless Acne Liquid Foundation


Reporter: Farrel Dewantara | Editor: Edy Can

JAKARTA. Menteri Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Syarief Hasan menyatakan, kenaikan upah minimum provinsi tidak terlalu berpengaruh bagi usaha usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Dia beralasan, pengelolaan usaha UMKM biasanya bersifat kekeluargaan.

Selain itu, Syarief mengatakan, skalanya juga tidak terlalu besar. "Kalau ada 3-4 orang pelaku usahanya biasanya itu lebih mudah kompromi," jelas Syarief, Rabu (28/11).

Namun, Syarief mengaku tetap ada UMKM yang terkena dampak. Cuma, dia menilai pengaruh tidak besar karena bisa diatasi secara kekeluargaan.

Asal tahu saja, penetapan UMP 2013 ditolak oleh sejumlah pengusaha. Di Jakarta, pengusaha menilai kenaikan UMP sebesar 40% dianggap terlalu memberatkan. Para pengusaha menilai besaran UMP itu akan menimbulkan banyak pengangguran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×